Dendam Dicerai, Petani Tebas Pemanjat Kelapa Diduga Jadi Selingkuhan Istri

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 21:51 WIB
Ilustrasi Garis Polisi
Foto: Ari Saputra/detikcom
Makassar -

Seorang pria pemanjat kelapa di Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan, WS (40), tewas digorok oleh petani bernama Putu Tirta (50). Polisi mengungkap pelaku dendam digugat cerai oleh istrinya dan menuding korban sebagai orang ketiga.

"Korban meninggal dunia di TKP," ujar Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Sulsel Kompol Suprianto kepada detikcom, Kamis (19/11/2020).

Perceraian pelaku dengan istrinya terjadi sekitar tujuh bulan yang lalu. Pelaku pun menganggap korban sebagai penyebab perceraian tersebut.

"Pelaku curiga sama korban adanya perselingkuhan dengan istri pelaku yang menyebabkan terjadinya perceraian," kata Suprianto.

Menurut Suprianto, pelaku sebenarnya sudah sejak awal menaruh dendam kepada korban, yakni sejak perceraian terjadi. Akan tetapi, pelaku baru sempat bertemu dengan korban setelah tujuh bulan kemudian.

Pertemuan tersebut terjadi saat korban sedang duduk-duduk di sebuah bangku panjang di depan rumah pelaku di Desa Uraso, Kecamatan Mappideceng, Lutra, sekitar pukul 11.30 Wita, pagi tadi.

"Dengan melihat korban, pelaku kemudian mengambil parangnya dan berjalan dari arah belakang korban," terang AKP Rijal.

Selanjutnya, pelaku mencekik dan menggorok leher korban hingga tewas di tempat. Polisi yang mengetahui insiden ini langsung turun tangan ke lokasi dan menangkap pelaku.

"Pelaku telah berhasil diamankan bersama barang bukti sebilah parang panjang," pungkas Suprianto.

(jbr/jbr)