Kementerian ESDM Apresiasi Buku Geologi Karya Koesoemadinata

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 21:01 WIB
Menteri ESDM Arifin Tasrif menilai buku An Introduction Into The Geology of Indonesia karya Koesoemadinata telah memberikan gambaran potensi salah satu sumber daya yang ada di Indonesia
Foto: Dok. Kementerian ESDM
Jakarta -

Menteri ESDM Arifin Tasrif menilai buku 'An Introduction Into The Geology of Indonesia' karya Koesoemadinata telah memberikan gambaran potensi salah satu sumber daya yang ada di Indonesia. Terkait hal ini, Arifin mengungkapkan Pemerintah terus berupaya untuk mendorong pengembangan sumber daya di Indonesia.

"Pemerintah mendorong peningkatan sumber daya dan investasi energi dan mineral di tanah air, khususnya di bidang eksplorasi," ungkap Arifin, dalam keterangan tertulis, Kamis (19/11/2020).

Senada, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Ridwan Djamaluddin mengapresiasi Koesoemadinata atas peluncuran buku tersebut. Menurutnya, saat ini jarang ditemukan sebuah tulisan atau karya ilmiah yang disusun secara komprehensif dan kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku.

"Ini merupakan ekspresi dari kesungguhan Bapak (Koesoemadinata) bahwa mendokumentasikan ilmu secara tertulis menjadi sangat penting," ujar Ridwan.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Teknik Geologi ITB Nanang Abdul Manaf menjelaskan proses penerbitan buku tersebut menempuh waktu sepuluh tahun. Ia mengatakan Koesoemadinata telah merumuskan naskah sejak tahun 2010 dibantu oleh tim dari Ikatan Alumni Teknik Geologi ITB.

"Buku ini merupakan salah satu acuan penting bagi ahli geologi yang ada di Indonesia bahkan mancanegara," tegasnya.

Sebagai informasi acara peluncuran buku tersebut digelar secara langsung dan virtual oleh Sekolah Bumi dan Ikatan Alumni Teknik Geologi ITB. Dalam acara tersebut, turut hadir Menteri ESDM, Arifin Tasrif, Menteri PUPR, Dirjen Dikti, serta Rektor ITB.

Di dalam buku tersebut, Koesoemadinata yang dijuluki Bapak Geologi Migas Indonesia, merangkum berbagai ilmu sains geologi sejak zaman kemerdekaan sampai dengan sekarang.

Koesoemadinata juga menjelaskan tentang keterbatasan akses dan teknologi di masa kolonial sehingga untuk memetakan ekspedisi geologi di Indonesia membutuhkan waktu berbulan-bulan. Hal ini lah yang akhirnya membuat Koesoemadinata memberikan gambaran detail terkait cara riset geologi selama 75 tahun di Indonesia dalam buku tersebut.

(akn/ega)