Bima Arya Raih Best Government Officer di People Of The Year 2020

Faidah Umu Safuroh - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 19:54 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya berhasil meraih penghargaan Best Government Officer for Accelerated Growth pada ajang People Of The Year 2020.
Foto: Dok. Pemkot Bogor
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya berhasil meraih penghargaan Best Government Officer for Accelerated Growth pada ajang People Of The Year 2020. Ajang yang digelar salah satu stasiun televisi nasional ini sebagai bentuk apresiasi kepada figur-figur inspiratif yang berkontribusi dalam membangun negeri.

"Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh kepala dinas, camat, lurah, ASN yang berikhtiar setiap hari tanpa henti untuk turun ke lapangan memperbaiki kualitas hidup warga," ungkap Bima dalam keterangan tertulis, Kamis (19/11/2020).

Selain Best Government Officer, ada 4 kategori lain yang diberikan yakni, Best CEO, Best Social Media Movement, People Of The Year dan Lifetime Achievement. Adapun penghargaan Best Government Officer ini diberikan kepada kepala daerah tingkat II wali kota/bupati yang kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan permasalahan di daerahnya sehingga berdampak pada kualitas hidup masyarakat.

"Tidak mungkin penghargaan ini dicapai tanpa kerja keras seluruh ASN yang turun ke lapangan, yang meluangkan waktunya berkomunikasi dengan warga, mencari solusi bersama-sama dengan warga kemudian menggelontorkan anggaran yang berasal dari rakyat dan dikembalikan untuk rakyat," tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, ada 100 bakal calon penerima penghargaan untuk masing-masing kategori. Kemudian dikurasi menjadi 20 calon penerima melalui rapat dewan juri untuk kemudian ditentukan nama penerima penghargaan.

Nama-nama calon penerima penghargaan dinilai dan ditentukan oleh juri internal dan eksternal yang memiliki latar belakang berbeda. Di internal ada Presiden Direktur Metro TV Don Bosco Selamun, Pemimpin Redaksi Metro TV Arief Suditomo, CEO PT Citra Multimedia Indonesia Kania Sutisnawinata dan Jurnalis Senior Metro TV Andy F Noya.

Kemudian dewan juri eksternal ada Pengusaha sekaligus Politisi Sandiaga Uno, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, Wakil Menpan-RB sekaligus anggota Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Eko Prasojo, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono dan pendiri platform kitabisa.com M Alfatih Timur.

Ketua Dewan Juri Arief Suditomo mengatakan nama-nama calon penerima penghargaan dilihat dari rekam jejak, inovasi, kreativitas, serta prestasi yang pernah diraih.

"Perbedaan dengan 2019, kali ini mau tidak mau selalu mengarahkan kepada elemen-elemen yang terkait dengan COVID-19. Seluruh kategori kita taruh elemen penanganan atau partisipasi mereka terhadap COVID-19. Itu elemen yang sangat penting, itu dilihat oleh seluruh dewan juri, internal dan eksternal dalam partisipasi mereka ikut menangani COVID-19," ujar Arief.

Proses penjuriannya, kata Arief, menghabiskan waktu dua bulan. Ada pra dan ada pelaksanaan. Untuk proses pranya cukup lama karena terkait dengan metodologi dan ini juga terkait dengan situasi pandemi.

Arief Suditomo berharap, ajang People Of The Year 2020 ini bukan hanya sekedar menjadi acara tahunan, tapi ini adalah sebuah momentum untuk merayakan seluruh achievement, seluruh perujangan, seluruh pengorban dari tokoh-tokoh yang sudah melakukan dan menjadi komitmen mereka dalam mencapai cita-cita kemerdekaan.

"Merekalah orang-orang yang memberi tapakan sedikit demi sedikit atau bahkan banyak dalam mencapai Indonesia yang adil dan makmur, sehat, cerdas. Itu yang pada akhirnya kita ingin jadikan bukan hanya acara tahunan tapi ini pengingat kepada kita bahwa ada saudara-saudara sebangsa kita sudah berjuang, berkorban dan bahkan kita menjadi living legend untuk pada akhirnya kita jadikan contoh, sekaligus mungkin bisa jadi inspirasi," pungkasnya.

(akn/ega)