Contohkan Pilpres AS, KPU Medan Harap Warga Tak Ragu ke TPS Meski Pandemi

ADVERTISEMENT

Contohkan Pilpres AS, KPU Medan Harap Warga Tak Ragu ke TPS Meski Pandemi

Haris Fadhil - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 17:38 WIB
Ilustrasi Fokus Nasib Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)
Foto Ilustrasi Pilkada (Andhika Akbaransyah/detikcom)
Medan -

KPU Medan berharap warga tak menjadikan pandemi Corona sebagai alasan tidak datang ke TPS pada 9 Desember 2020. KPU mencontohkan antusiasme warga saat Pemilu Amerika Serikat (AS) digelar di tengah pandemi Corona.

"Hari ini kita di tengah pandemi ini ada banyak alasan tidak memilih. Ada 40 negara melaksanakan pemilihan di tengah pandemi. Terakhir itu Amerika, persentase mungkin 60% pemilihnya datang, pakai masker juga," kata Komisioner KPU Medan, Edy Suhartono, dalam sosialisasi Pilkada Medan pada Komunitas Petani Perkotaan yang digelar bersama Pusat Kajian Agraria dan Hak Asasi Petani FISIP USU di Medan Johor, Kamis (19/11/2020).

Komisioner KPU Medan Edy Suhartono (kanan) - (Haris Fadhil-detikcom)Komisioner KPU Medan Edy Suhartono (kanan). (Haris Fadhil/detikcom)

Dia meminta warga tidak golput saat Pilkada Medan. Apalagi, katanya, partisipasi pemilih saat Pilkada di Medan tak pernah tinggi.

"Jangan golput, itu tak ada bagus-bagusnya. Partisipasi di Kota Medan tak pernah tinggi, nggak tahu gara-gara apa," ucapnya.

Sebagai informasi, jumlah partisipasi pemilih pada Pilkada Medan 2010 berada di angka 35,6% untuk putaran pertama dan 38,2% untuk putaran kedua. Partisipasi pemilih semakin menurun pada Pilkada Medan 2015, yakni hanya 25,38%.

Edy meminta warga tak ragu datang ke TPS saat hari pencoblosan. Dia mengatakan KPU telah menyiapkan sejumlah langkah demi mencegah penyebaran virus Corona.

"Tak ada alasan masyarakat khawatir kemudian tak datang, tidur, pelesiran dan sebagainya. Termasuk ini (hari pencoblosan) diliburkan. Negara sudah cukup banyak mengeluarkan anggaran untuk pesta demokrasi, memilih pemimpin," tuturnya.

Dia menyebut KPU Medan mewajibkan pemilih dan petugas menggunakan masker, cek suhu tubuh, hingga mengatur kuota pemilih tiap jam. Dia mengatakan kuota pemilih diatur tiap jam agar tidak terjadi kerumunan.

"Kita mau memastikan Pilkada yang sehat, pentingnya protokol kesehatan. Pakai masker, cuci tangan, cek suhu tubuh. Di TPS itu kita siapkan SOP-nya, aturan main. Kalau pemilih datang menggunakan masker, harus," ucap Edy.

"KPU tidak mau dituduh menjadi penyebab mewabahnya pandemi ini gara-gara pelaksanaan Pilkada. Oleh sebab itu, harus taat," sambungnya.

(haf/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT