Panglima TNI Cek Pasukan, Ancaman Perpecahan Dinilai Sudah Mengkhawatirkan

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 15:50 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengecek pasukan Marinir. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengecek pasukan Marinir. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta -

Secara mendadak, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengecek pasukan-pasukan elite lintas matra sekaligus. Pengamat militer menilai kondisi saat ini sudah semakin mengkhawatirkan sehingga kesiapsiagaan TNI diperlukan.

"Tingkat ancaman perpecahan persatuan kesatuan bangsa sudah di level mengkhawatirkan," kata pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie kepada detikcom, Kamis (19/11/2020).

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dari Universitas Indonesia yang menjadi dosen di Universitas Pertahanan Indonesia ini menjelaskan Panglima TNI Hadi Tjahjanto sadar akan posisinya. Meski sudah mengecek pasukan, dia harus menunggu langkah lanjutan mengatasi perpecahan yang semakin mengkhawatirkan.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto cek kesiapan pasukan Kopassus Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengecek kesiapan pasukan Kopassus. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)

"Yang ditunggu Panglima hanya satu: keputusan politik negara. Ini karena TNI tidak boleh berpolitik dan semua keputusan ada di tangan pemerintah," kata Connie.

Hadi dinilainya sedang melakukan pengecekan sekaligus memperlihatkan ke publik bahwa pihaknya siap menghadapi situasi tertentu, istilahnya adalah check and display. "Panglima terhadap pasukannya anytime untuk digerakkan oleh keputusan politik negara," kata Connie.

Connie Rahakundini Bakrie merupakan pengamat militerConnie Rahakundini Bakrie, pengamat militer. (Lamhot Aritonang/detikcom)

Dia menilai wujud ancaman persatuan dan kesatuan dewasa ini berwujud kecenderungan tindakan merongrong wibawa pemerintah. "Yang jelas berpotensi membelah persatuan kita, niat tindakan makar pada negara," ujarnya.

Simak video 'Panglima: Siapapun Ganggu Persatuan Bangsa, Berhadapan dengan TNI':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2