Meteorit Jatuh di Sumut hingga Dijual Rp 200 Juta, Kok Lapan Nggak Tahu?

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 12:18 WIB
Kisah Josua Hutagalung, penemu batu meteor asal Sumatera Utara: Saya jual Rp200 juta, ternyata harganya Rp26 miliar
Josua Hutagalung, penemu batu meteor asal Sumatera Utara. (BBC Magazine)
Jakarta -

Seorang warga bernama Josua Hutagalung mengaku menjual meteorit yang menimpa rumahnya seharga Rp 200 juta. Batu dari langit itu dijual Josua kepada seorang warga negara asing (WNA). Apa kata Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan)?

"Kita tidak dapat informasi, kan tidak tahu informasi, jadi kalau warga menyimpan sesuatu setelah itu melakukan transaksi kan kita nggak tahu. Tapi kalau mereka melaporkan baru, kita kan nggak tahu, harus ada yang ngomong menginformasikan kita dapat ini, kita sarankan laporkan ke instansi terkait," ujar Koordinator Bidang Kehumasan Lapan, Jasyanto, kepada wartawan, Kamis (19/11/2020).

Jasyanto mengatakan Lapan hanya bisa memantau perlintasan antariksa. Namun, untuk melakukan penelitian, menurut dia, ada lembaga lain yang memang memiliki alat untuk meneliti jenis-jenis bebatuan.

"Kita melihat meteornya mengamati perlintasan benda jatuh, kita kan punya aplikasi mengamati benda jatuh antariksa. Cuma pergerakan meteor ini ada juga kita kasih info bahwa akan terjadi hujan meteor, itu dari peneliti astronomi kita," ucapnya.

Lantas bagaimana pemantauan meteor yang jatuh di rumah Josua di Tapanuli Tengah, Sumut?

"Kan kita menginformasikan ke masyarakat kan kita nggak tahu, hujan meteor nih sekarang, kan kadang jatuhnya ke laut kita nggak bisa tahu kan, kebetulan ini jatuhnya di darat kan jadi bisa diambil. Sepanjang yang namanya benda jatuh kita hanya lintasannya yang kita informasikan," paparnya.

Jasyanto mengingatkan, jika ada warga yang menemukan benda-benda asing, sebaiknya melapor ke pihak terkait sehingga ada tindak lanjut penelitian yang diambil pihak berwenang.

"Yang kita sarankan memang kalau warga dapat begitu sebaiknya menghubungi instansi terkait, instansi terkait itu bisa aja kepolisian, nanti polisi kan akan menghubungi, misalnya instansi yang di Bandung itu, nanti kan perlu tes atau apa kan dari mereka yang punya ada tes kebatuan. Itu sudah kita sarankan seperti itu ke masyarakat karena kita kan kalau ada aneh-aneh kan terkait antariksa dugaan, sampaikan ke pihak terkait supaya bisa diantisipasi. Tapi mereka kan menyimpan, kalau menyimpan kan kita nggak tahu, tahu-tahu munculnya setelah ada deal," jelas dia.

Lihat juga video 'Detik-detik Benda Diduga Meteor Melintas di Langit Pennsylvania AS':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2