2 DPO MIT Sudah Dikubur Polisi, Keluarga Tak Terima dan Akan Pindahkan Makam

Mohammad Qadri - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 11:07 WIB
2 DPO Anggota MIT ditembak mati polisi (Qadri-detikcom).
Dua orang yang masuk DPO anggota MIT ditembak mati polisi. (Qadri/detikcom)
Palu -

Polisi dini hari tadi memakamkan dua jenazah anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora, yakni jenazah Wahid alias Aan alias Bojes dan jenazah Aziz Arifin alias Aziz. Keluarga tidak terima terhadap keputusan polisi tersebut dan akan memindahkan makam tersebut.

Menurut Tim Pengacara Muslim (TPM) Sulteng Andi Akbar, jenazah Aan dan Azis sudah dimakamkan secara sepihak oleh polisi di TPU Poboya, Sulawesi Tengah. Padahal keluarga ingin jenazah dua buron MIT itu dimakamkan di kampung halamannya.

"Keluarga sangat keberatan atas tindakan aparat kepolisian yang langsung mengambil langkah tanpa ada kesepakatan dari pihak keluarga. Jadi jenazah Wahid alias Aan alias Bojes dan Aziz Arifin alias Aziz dimakamkan di Poboya," kata Andi, yang mewakili keluarga Aan dan Azis, saat dimintai konfirmasi wartawan, Kamis (19/11/2020).

"Sementara itu, keluarga Wahid alias Aan alias Bojes meminta untuk dimakamkan di kampung halamannya, yaitu Desa Bolano, Kabupaten Parigi Moutong," lanjutnya.

Andi juga mengungkapkan, sebelum 2 DPO MIT itu dimakamkan, polisi memang sempat menyodorkan surat pernyataan kepada keluarga yang berisi keluarga tidak keberatan dengan lokasi pemakaman 2 DPO MIT itu di TPU Poboya. Namun surat pernyataan yang disodorkan itu ditolak dan tidak ditandatangani keluarga.

Tapi Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto membantah pernyataan Andi, dan menyebut pihak keluarga sempat hadir di pemakaman. Simak di halaman selanjutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2