Round-Up

Meski Belum Resmi, Hashtag 'Anies4PresidenRI2024' Sudah Digaungkan Akun FPI

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 06:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi undangan Polda Metro Jaya untuk klarifikasi soal kerumunan di acara Habib Rizieq Shihab, Selasa (17/11/2020).
Anies Baswedan (Foto: Rengga Sancaya)

Sementara itu, elite PKS Mardani Ali Sera menilai tagar Anies4Presiden2024 bisa jadi sebagai bentuk simpati FPI terhadap Gubernur DKI Anies Baswedan karena dipanggil polisi di kasus kerumunan acara Habib Rizieq Syihab.

"Figur yang dipersepsi dizalimi biasanya dapat simpati. Bisa jadi Mas Anies dapat simpati setelah pemanggilan kemarin," kata Mardani kepada wartawan.

Anggota Komisi II DPR RI ini menilai banyak orang yang melihat pemanggilan polisi kepada Anies tidak adil. Sebab, menurutnya, ada daerah lain yang menjadi titik kerumunan tapi kepala daerah yang bersangkutan tidak dipanggil.

"Persepsi banyak kawan pemanggilan tidak bersifat adil. Kepala Daerah yang terdapat kerumunan tidak dipanggil," ujarnya.

Namun, Mardani mengingatkan bahwa kontestasi Pilpres 2024 masih jauh. Ia menyebut banyak kemungkinan yang bisa terjadi menjelang 2024.

"Tapi 2024 masih lama dan prosesnya masih berliku. Banyak skenario bisa terjadi sepanjang menuju 2024," ucap Mardani.

Berbeda dengan yang lain, politikus PDIP Hendrawan Supratikno merespons unggahan FPI yang menyertakan tagar Anies4PresidenRI2024. Hendrawan menyarankan FPI mendirikan partai politik untuk mengakomodasi aspirasi mereka.

"Itu yang berkali-kali saya sampaikan, supaya FPI mendirikan parpol agar partisipasi politiknya lebih mudah diakomodasi dalam sistem demokrasi kita," kata Hendrawan kepada wartawan.

Mengenai unggahan hashtag tersebut, anggota Komisi XI DPR RI ini menilai FPI ingin memulai lebih awal. Sebab, menurutnya, FPI ingin menegaskan posisi jagoannya sehingga bisa mendapat sponsor politik.

"FPI ingin start lebih awal, karena yang lain sudah punya modal dalam bentuk kursi parlemen yang dimiliki," ujar Hendrawan.

"Maksudnya menegaskan posisi dan mempromosikan jagoannya. Dalam politik, kejelasan posisi dibuat agar pendukung tidak bingung, selain juga untuk mendapat sponsor aktivasi politiknya," sambungnya.

Halaman

(aik/azr)