Modus Penyelundupan Sabu di Kaltara: Masuk Tabung Gas-Dilarut ke Air

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 21:40 WIB
Bea Cukai Tarakan dan BNNP Kaltara menggagalkan upaya penyelundupan sabu dari Malaysia (dok Istimewa)
Kepala Kantor Bea-Cukai Tarakan, Minhajuddin Napsah (dok Istimewa)
Jakarta -

Kantor Bea dan Cukai Tarakan telah menggagalkan upaya penyelundupan sabu sebanyak 12 kali. Total barang yang diamankan mencapai miliaran rupiah.

Penindakan tersebut dilakukan periode Juli 2019 hingga Oktober 2020. Beragam modus dilakukan para sindikan penyelundup narkoba.

"Berbagai modus yang dipakai untuk menyelundupkan narkotika seperti memasukkan ke dalam tabung gas, melarutkan narkotika ke dalam galon air, hingga membawa narkotika dengan kapal berkecepatan tinggi," kata Kepala Kantor Bea-Cukai Tarakan, Minhajuddin Napsah, dalam keterangannya, Rabu (18/11/2020).

Dia merinci pada 2019, ada 7 kali penindakan upaya penyelundupan narkotika berupa metafetamin ini. Sementara pada tahun ini petugas melakukan 5 kali penindakan.

Minhajuddin mengatakan upaya ini tak terlepas dari dukungan BNNP Kaltara serta TNI-Polri. Bea-Cukai Tarakan pun mendapat piagam apresiasi dari BNNP Kaltara atas dukungan penindakan kasus narkotika.

Sejumlah kasus menunjukkan, sabu yang masuk ke Kaltara berasal dari Malaysia, terutama daerah Tawau. Penyelundupan kerap kali dilakukan melalui jalur laut.

"Nilai barang Rp 65.154.880.000," sebutnya.

Dalam periode yang sama, Bea-Cukai Tarakan juga melakukan operasi pasar rutin atas peredaran barang kena cukai di wilayah Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Tana Tidung, dan Kabupaten Berau Kalimantan Timur.

Selanjutnya
Halaman
1 2