Bawaslu Periksa Pembina Timses Bobby soal Dugaan Libatkan Kepling di Pilkada

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 19:54 WIB
Salah satu Dewan Pembina Timses Bobby Nasution-Aulia Rachman, Maruli Siahaan (detikcom)
Salah satu Dewan Pembina Timses Bobby Nasution-Aulia Rachman, Maruli Siahaan. (detikcom)
Medan -

Bawaslu Medan meminta keterangan salah satu Dewan Pembina Timses Paslon Walkot dan Wakil Wali Kota Medan, Bobby Nasution-Aulia Rachman, Maruli Siahaan. Maruli dimintai keterangan terkait dugaan melibatkan kepala lingkungan (kepling) di Pilkada Medan.

"Kan kemarin ada beberapa informasi yang beredar keterlibatan kepling, jadi hari ini kita mengundang beliau untuk memberikan kesempatan klarifikasi," kata Ketua Bawaslu Medan, Payung Harahap, di kantor Bawaslu Medan, Selasa (17/11/2020).

Payung mengatakan permintaan klarifikasi dilakukan terkait informasi yang mereka dapatkan bukan karena adanya laporan. Dari informasi itu, Bawaslu kemudian memanggil Maruli untuk dimintai klarifikasi.

"Yang pertama betul atau tidak hadir dalam acara itu, dia bilang betul. Ada nggak kesertaan kepling? Dia mengungkapkan kehadiran para peserta di situ dia nggak tahu karena dia diundang di situ sebagai mitra kamtibmas," ucap Payung.

"Sehingga dia memaparkan itu yang diundang sebagai narasumber atau sebagai penasihat di organisasi itu," imbuhnya.

Payung menyebut Maruli memberi penjelasan bahwa kegiatan organisasi yang dihadirinya itu bukan untuk pemenangan Bobby-Aulia. Berdasarkan penjelasan Maruli, kata Payung, organisasi itu merupakan mitra kamtibmas.

"Tidak (bukan organisasi pendukung Bobby-Aulia), organisasi itu yang tadi juga kita klarifikasi di tingkat kepala lingkungan organisasi itu adalah mitra kamtibmas," jelasnya.

Maruli sendiri tak banyak memberikan penjelasan. Maruli meminta agar keterangan diambil langsung dari Ketua Bawaslu.

"Ya pasti kita klarifikasi, ada pemberitaan-pemberitaan yang tidak bagus kita klarifikasi. Supaya tugas mereka juga bagus. Kalau kita nggak hadir kan nanti pasti banyak yang bertanya. Nanti selanjutnya tanya ke Ketua (Bawaslu)," ujarnya.

(haf/haf)