Keroyok Jusni hingga Tewas, 2 dari 11 Prajurit TNI Dituntut Pecat

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 17:21 WIB
Jakarta -

Oditur militer menuntut 11 prajurit TNI yang mengeroyok Jusni (24) di Tanjung Priok, Jakarta, pada Februari lalu dengan hukuman beragam, mulai 1 hingga 2 tahun penjara. Selain hukuman penjara, dua prajurit di antaranya dituntut agar dipecat dari kesatuan TNI AD.

Sidang pembacaan tuntutan dilaksanakan di Pengadilan Militer Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (17/11/2020). Kesebelas terdakwa hadir di sidang tersebut dengan pakaian dinas lengkap dan berdiri di hadapan hakim selama persidangan.

"Kami mohon agar majelis hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta menyatakan para terdakwa bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama yang mengakibatkan mati sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana Pasal 351 ayat 1 juncto ayat 3 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP," kata oditur militer, Salmon Balubun.

Ke-11 terdakwa itu ialah Letda Cba Oky Abriansyah NP, Letda Cba Edwin Sanjaya, Serka Endika M Nur, Sertu Junedi, Serda Erwin Ilhamsyah, Serda Galuh Pangestu, Serda Hatta Rais, Serda Mikhael Julianto Purba, Serda Prayogi Dwi Firman Hanggalih, Praka Yuska Agus Prabakti, dan Praka Albert Panghiutan Ritonga. Salmon menuntut agar 11 prajurit itu dijatuhi hukuman pidana masing-masing 1-2 tahun penjara.

Letda Cba Oky Abriansyah dituntut dengan hukuman penjara selama 2 tahun, Letda Cba Edwin Sanjaya dituntut 1 tahun 3 bulan penjara, Serda Mikhael Julianto Purba dan Praka Albert Panghiutan Ritonga dituntut 1 tahun 6 bulan penjara. Sedangkan, Serka Endika Sanjaya, Sertu Junaedi, Serda Erwin Ilhamsyah, Serda Galih Pangestu, Serda Hatta Rais, Serda Prayogi Dwi Firman, dan Praka Yuska Agus Prabakti dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan.

Selain itu, Salmon menuntut agar dua dari sebelas prajurit itu dijatuhi hukuman tambahan, yakni Letda Cba Oky Abriansyah dan Serda Mikhael Julianto Purba. Hukuman tambahan itu berupa pemecatan dari TNI AD.

"Dan pidana tambahan dipecat dari dinas militer TNI AD," ucap Salmon.

Selanjutnya
Halaman
1 2