Buntut Acara HRS, PKB Khawatir Muncul Persepsi 'Nanti Bayar Denda Saja'

M Ilman Nafian - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 16:37 WIB
Hasbiallah Ilyas merupakan Ketua DPW PKB DKI Jakarta
Hasbiallah Ilyas (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

PKB DKI meminta kasus kerumunan massa di acara Habib Rizieq Syihab (HRS) dijadikan pelajaran penting oleh Pemprov DKI. PKB menilai sebaiknya Pemprov DKI mengedepankan aksi pencegahan.

"Makanya ini kejadian yang kemarin itu harus dijadikan harus dijadikan pelajaran oleh Pemprov DKI Jakarta, sudah berkali-kali saya utarakan itu pengetatan, ketegasan dari Pemprov dan juga menjaganya itu dalam artian prestasi Pemprov itu kita lihat dari kinerjanya, bisa atau tidaknya mencegah kerumunan itu, yang penting pencegahannya," ujar Ketua Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas, kepada wartawan, Selasa (17/11/2020).

Jika Pemprov DKI hanya mengedepankan denda, Hasbi khawatir akan muncul persepsi negatif dari masyarakat. Menurut Hasbi, masyarakat nanti bisa saja melanggar protokol kesehatan hanya dengan cukup membayar denda.

"Jangan sampai ada penilaian masyarakat, 'udah gampang, nanti kita bayar denda'. Jadi meremehkan persoalan itu, yang kita takutkan imbas di masyarakat seperti itu," katanya.

Hasbi juga mengomentari pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Polda Metro Jaya. Dia mengatakan pemanggilan itu hanya klarifikasi.

"Itu kan diperiksa klarifikasi saja, tidak ada masalah, itu kan hanya klarifikasi saja kejadian," ucap Hasbi.

Simak video 'Alasan Polisi Klarifikasi Anies cs soal Kerumunan di Acara Rizieq':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2