Round-Up

Kritik Bertubi-tubi untuk HRS saat 'Ceramah Lonte' di Maulid Nabi

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 04:01 WIB
Habib Rizieq Santap Nasi Mandi dan Jus Kurma
Habib Rizieq. (Foto: detikcom/twitter Tommy Soeharto)

MUI Sulsel: Dakwah Harus Hikmah dan Bijaksana

Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan (MUI Sulsel) angkat bicara soal ceramah Habib Rizieq yang menyebut 'lonte' dari panggung acara Maulid Nabi.

"Boleh jadi muballigh itu berbeda. Tetapi Al-Qur'an secara tegas bahwa dakwah harus dilaksanakan dengan hikmah, bijaksana, dengan mengajak orang dengan pelajaran yang baik," kata Sekretaris MUI Sulsel Muhammad Ghalib saat berbincang dengan detikcom, Senin (15/11/2020).

Ghalib mengatakan peringatan Maulid adalah sebuah perayaan atas kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan merupakan tauladan bagi seluruh manusia. Karena itu, acara tersebut seharusnya menjadi wadah untuk memahami Al-Qur'an dan mengimplementasikannya di tengah masyarakat.

Adapun mengenai adanya perdebatan dialog, Ghalib mengusulkan diselesaikan dengan cara yang baik-baik.

GP Ansor Sindir Keturunan Nabi Bicara Lonte

Organisasi pemuda Nahdlatul Ulama, GP Ansor menilai ucapan Habib Rizieq tidak sopan apalagi saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Sebenarnya, sebutan apapun itu kan bebas nilai ya. Untuk menyebut perempuan nakal misalnya ada lonte, PSK, WTS, dan sebagainya. Hanya kemudian, tempat di mana kata itu diucapkan yang kemudian memberi nilai," ucap Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas saat dihubungi, Senin (16/11/2020).

"Di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang seharusnya di mana umat diajarkan untuk mengingat kebaikan dan ajaran-ajaran Nabi yang mulia, bahkan dipercaya di saat maulid itu Nabi hadir, pengucapan kata 'lonte' itu sungguh sangat tidak sopan, merendahkan perempuan," ujarnya.

Yaqut menyebut Nabi Muhammad menghargai perempuan, maka seharusnya Habib yang disebut merupakan turunan atau Dzurriyah Nabi Muhammad, tidak seharusnya berujar demikian.

"Sebenarnya Nabi sangat menghormati dan memuliakan (perempuan). Apalagi yang mengatakan ini mengaku Dzurriyah Nabi, tentu ini sebuah paradoks. Menyedihkan dan sangat tidak mendidik umat. Kepada yang bersangkutan saya sarankan banyak-banyak beristighfar," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3