Ketum PBNU: Mari Lawan Musuh Bangsa yang Ganggu NKRI!

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 17:42 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (kedua kanan) didampingi Wakil Ketua Umum Maksum Mahfudz (kanan), Ketua Abdul Manan Ghoni (kiri) dan Ketua Robikin Emhas (kedua kiri) memberikan pernyataan sikap tentang kasus perairan Natuna di gedung PBNU, Jakarta, Senin (6/1/2020).
Said Aqil (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj, menyerukan persatuan kepada seluruh elemen bangsa Indonesia. Said Aqil mengatakan mereka yang mencoba mengganggu keutuhan bangsa adalah musuh bersama.

"Sekali lagi, apa pun atau siapa pun yang ingin melakukan hal-hal yang negatif mengganggu persatuan NKRI, mari kita sikapi, kita lawan dan itu merupakan musuh bangsa, musuh bersama kita semuanya. Dari pihak mana pun atas nama apa pun, mari kita rawat kita cintai NKRI dengan semangat ukhuwah wathoniyah, solidaritas sebangsa dan setanah air," kata Said Aqil dalam pernyataannya, Senin (16/11/2020).

Said Aqil mengajak seluruh umat Islam merawat keutuhan NKRI. Dia meminta semua pihak tak mudah terprovokasi.

"Saya atas nama ketua umum pengurus besar Nahdlatul Ulama juga ketua umum persahabatan ormas-ormas Islam dan ketua umum persahabatan ormas keagamaan nasional, mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia wabilkhusus umat Islam agar menjaga merawat mengawal keutuhan keselamatan NKRI yang kita cintai ini, menyongsong 100 tahun Negara Republik Indonesia ini," ujar Said Aqil.

Dia mengingatkan jangan sampai bangsa ini pecah belah oleh sekelompok orang. Perjuangan para pendiri bangsa, kata Said Aqil, harus dilanjutkan agar NKRI tetap kokoh.

"Mari kita perkuat kita pertahankan eksistensi keutuhan NKRI ini, jangan sampai kita mudah terprovokasi yang dilakukan oleh sekelompok orang yang ingin memecah belah bersama kita, yang ingin memecah belah bangsa ini, yang ada agenda menghancurkan keutuhan NKRI ini. Mari apa yang telah diperjuangkan founding fathers kita yaitu sebuah negara kebangsaan yang bersatu dalam wadah NKRI, lintas agama, lintas budaya, lintas suku, lintas peradaban mari kita rawat dan kita pelihara jangan sampai menyongsong 100 tahun kita malah lemah bahkan kendor dalam mengawal merawat NKRI ini," tutur dia.

(knv/tor)