Demi Rehabilitasi, Sumut Ajukan Proposal ke Jepang
Rabu, 25 Jan 2006 02:03 WIB
Medan -
Rehabilitasi kabupaten Nias dan Nias Selatan karena tsunami Desember 2004 silam membutuhkan biaya yang banyak. Karena terbatasnya sumber dana, pemerintah provinsi Sumatera Utara (Sumut) berniat mengajukan proposal bantuan hibah ke Jepang senilai Rp 659,42 miliar. Proposal bantuan itu diserahkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bappeda) Sumut, RE Nainggolan kepada Managing Director Overseas Construction Assosiation of Japan Inc (OCAJI) Jepang, Nakayama di Kantor Bappeda Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (24/1/2006). "Kami berharap semua usulan bisa terujud. OCAJI Jepang kita nilai cukup serius ingin membantu pembangunan Nias dan Nias Selatan," kata Nainggolan.Ditambahkan Nainggolan, proposal bantuan ini, utamanya untuk bidang-bidang yang butuh prioritas pembangunan di Nias dan Nias Selatan. Namun belum ditangani Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) NAD-Nias, para Non Government Organization (NGO) asing, serta pemerintah pusat.Total usulan proposal yang disampaikan tersebut mencapai Rp 659,42 miliar. Peruntukannya masing-masing untuk Dinas Pengairan, Dinas Tarukim, Dinas Pendidikan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perhubungan, Dinas Jalan dan Jembatan dan Dinas Kesehatan. Sementara, Kepala Dinas Jalan dan Jembatan Roslila Sitompul menyatakan, untuk perbaikan jalan dan jembatan di di Nias dan Nias Selatan membutuhkan dana sebesar Rp 288,3 miliar untuk perbaikan 16 unit jembatan dan dua ruas jalan sepanjang 75,25 kilometer. Serupa dengan Roslila, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Ridwan Batubara menegaskan, membutuhkan dana Rp 43,478 miliar untuk pengadaan kapal tangkap, balai benih, pelabuhan perikanan dan fasilitas lainnya yang rusak akibat tsunami yang terjadi pada Desember 2004 dan gempa bumi pada Maret 2005.
(wiq/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































