MPR Serap Aspirasi Generasi Muda soal Ketatanegaraan Lewat Ajang Ini

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2020 10:21 WIB
Dalam rangka mendapatkan masukan dari generasi muda terhadap konsep ketatanegaraan, MPR RI menggelar lomba Academic Constitutional Drafting MPR RI Tahun 2020.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Dalam rangka mendapatkan masukan dari generasi muda, khususnya mahasiswa terhadap konsep ketatanegaraan, MPR RI menggelar lomba Academic Constitutional Drafting MPR RI Tahun 2020. Terdapat 10 tim perwakilan Perguruan Tinggi terpilih untuk mengikuti final lomba Academic Constitutional Drafting bertema 'Evaluasi Terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945'.

Kesepuluh perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Brawijaya, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Jember, Universitas Indonesia, Universitas Mulawarman, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Sementara itu, Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada memiliki dua wakilnya yang masuk pada putaran final.

Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Djarot Syaiful Hidayat sangat mengapresiasi seluruh peserta lomba yang merupakan calon negarawan berikutnya. Menurutnya, seluruh peserta mampu memaparkan naskah akademik dengan baik dan memiliki kemampuan intelektual yang tidak perlu diragukan.

"Pemikiran kalian adalah benar-benar pemikiran yang murni dan baik, yang semata-mata untuk membangun Indonesia ke depan jauh lebih baik yang berdasarkan UUD NRI Tahun 1945," ujarnya Djarot dalam keterangannya, Sabtu (14/11/2020).

Di tengah pandemi, lomba kali ini diselenggarakan melalui media daring (zoom meeting) pada tanggal 7 - 9 November 2020 di Tangerang, Banten.

Dalam lomba tersebut, seluruh tim mempresentasikan naskah akademiknya dan menjawab pertanyaan dari lima dewan juri antara lain, Anggota Badan Pengkajian MPR Hendrawan Supratikno, Anggota Badan Pengkajian MPR Andi Yuliani Paris, Akademisi Univ. Udayana Jimmy Z. Usfunan, Akademisi Univ. Surabaya Hesti Armiwulan, dan Akademisi Univ. Airlangga Radian Salman.

Para peserta menyampaikzn berbagai usulan terkait perubahan UUD NRI Tahun 1945, antara lain mengenai penguatan Dewan Perwakilan Daerah, kembalinya Garis-Garis Besar Haluan Negara, Penataan Kekuasaan kehakiman, penguatan sistem presidensil, hingga isu aktual yang bangsa Indonesia hadapi saat ini.

Di akhir sambutannya, Djarot berharap agar pandemi COVID-19 segera berakhir agar acara lomba selanjutnya dapat berjalan lebih baik.

"Semoga pandemi COVID-19 ini cepat berlalu, agar kegiatan tahun depan dapat berlangsung dengan tatap muka sehingga jalinan persahabatan, emosional dapat lebih erat terjalin," pungkasnya.

(akn/ega)