Polri Gelar Pelatihan Tanggap Bencana buat Wartawan

Abu Ubaidillah - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 16:45 WIB
polri
Foto: polri
Jakarta -

Divisi Humas Polri mengadakan workshop digital pelatihan peliputan tanggap bencana bagi personel Humas Polri dan wartawan di Mako Polisi Air dan Udara (Polairud) Barhakam Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan pelatihan ini bekerja sama dengan Polairud untuk menyinergikan media dan Humas Polri dalam meliput pada saat bencana sekaligus meningkatkan kemampuan peliputan tanggap bencana personel Divhumas dan awak media dalam menghadapi musim penghujan.

"Intinya bahwa kita akan membuat sinergitas kerja sama antara humas, polair dan media. Jadi intinya kita mengajak dengan situasi tanggap bencana ini kita ada suatu pelatihan agar ada satu ritme atau irama antara media dengan humas di lapangan. Jadi bisa sama-sama bekerja berjalan," kata Argo dalam keterangan tertulis, Jumat (13/11/2020).

Melalui pelatihan ini diharapkan Humas Polri dan media mampu mengabarkan kondisi bencana di lapangan secara real time tanpa mengganggu proses evakuasi yang dilakukan tim SAR dan personel lainnya.

Argo juga mengatakan anggota dan awak media yang bertugas melakukan peliputan bencana lebih memahami situasi bertugas sehingga bisa mengurangi terjadinya risiko yang lebih besar.

Adapun pelatihan ini diberikan langsung oleh ahli dari personel Polairud Barhakam Polri. Dalam pelatihan pertama ada 25 awak media dan 25 dari Divhumas.

"Hasil peliputan di lapangan oleh personel dan awak media yang telah mengikuti pelatihan akan mendapatkan hasil yang baik, faktual dan aktual sehingga lebih bermakna," imbuh Argo.

Ia mengatakan BMKG memprediksi pada bulan Desember yang akan datang curah hujan di seluruh Indonesia pada umumnya dan wilayah DKI Jakarta pada khususnya adalah daerah perairan yang rawan terhadap berbagai bencana. Maka dari itu, ia menilai Polri berkewajiban untuk meningkatkan bidang penanggulangan bencana.

"Kita sebagai Polisi mempersiapkan seandainya nanti karena setiap tahun ada bencana baik itu gunung meletus, tanah longsor, kecelakaan laut, banjir sudah kita siapkan. Nanti juga di Kepolisian ada operasi aman nusa nanti yang akan memadai dari tanggap bencana itu," sambung Argo.

Sebagai informasi, dalam pelatihan ini instruktur memberikan penjelasan cara mengoperasikan perahu karet, posisi aman alias safety bagi seorang kameramen di atas perahu saat di tengah bencana, memberi pertolongan bagi rekan yang terjatuh di air, hingga cara membalikkan perahu yang terbaik.

(mul/ega)