PT DKI Hukum Eks Pejabat Pajak 6,5 Tahun Penjara karena Suap Dealer Jaguar

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 11:19 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Mantan Kepala Pelayanan Pajak (KPP) Penanaman Modal Asing (PMA) 3 DKI Jakarta, Yul Dirga tetap dihukum 6,5 tahun penjara di tingkat banding. Yul terbukti menerima suap dari bos PT Wahana Auto Ekamarga (WEA) yang merupakan distributor resmi kendaraan premium dengan merek Jaguar, Land Rover dan Bentley.

Suap itu diterima Yul saat menjadi KPP PMA 3 Jakarta periode 2016-2018 secara berkala. Jaksa KPK menyebut dalam kurun waktu 2017 sampai dengan 2018, Dirga menukarkan uang sebanyak 13 kali. Jumlah uang yang ditukar Dirga berjumlah Rp 1.891.258.000.

Atas penerimaan gratifikasi itu, jaksa KPK mendudukkan Yul di kursi panas PN Jakpus. Pada 1 Juli 2020, PN Jakpus memutuskan Yul terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwakan Kesatu Pertama.

PN Jakpus menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Yul Dirga oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun dan 6 (enam) bulan, serta denda sejumlah Rp 300 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan. Vonis itu diketuk pada Rabu (1/7/2020).

Atas putusan itu, Jaksa KPK mengajukan banding. Demikian juga dengan Yul Dirga. Namun putusan tetap yaitu Yul tetap dihukum 6,5 tahun penjara. Majelis tinggi juga mewajibkan Yul mengembalikan uang yang dikorupsinya.

"Menjatuhkan pidana tambahan terhadap Terdakwa Yul Dirga untuk membayar Uang Pengganti sejumlah US$ 18.425 ditambah sejumlah US$ 14.400 dan ditambah sejumlah Rp 50 juta selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah putusan pengadilan memperoleh Kekuatan Hukum Tetap. Jika dalam jangka waktu tersebut Terdakwa tidak membayar Uang Pengganti maka harta bendanya di sita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dalam hal Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar Uang Pengganti maka dipidana penjara selama 1 (satu) tahun," ujar majelis yang diketuai Andriani Nurdin, yang tertuang dalam putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta, Jumat (13/11/2020).

Yul juga diadili oleh anggota majelis hakim M Lutfi, Singgih Budi Prakoso, Jeldi Ramadhan dan Anthon Saragih. Di kasus ini, Yul tidak sendirian. Tiga anak buahnya juga dihukum 6 tahun penjara. Mereka adalah Hadi Sutrisno, Jumari dan M Naim Fahmi. PT Jakarta juga merampas untuk negara barang bukti:

Uang dengan Mata uang Dollar Amerika senilai USD13.700
Uang dengan mata uang Dollar Amerika senilai USD10.000
Uang tunai senilai Rp121.600.000
Uang tunai senilai Rp423.350.000
Uang tunai senilai Rp250.000.000
Uang tunai senilai Rp190.000.000
Satu unit kendaraan roda empat Mazda Type CX-5 warna merah metalik Nopol B 2041 KKS

Adapun Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) Darwin Maspolim divonis hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan.

(asp/idn)