Round-Up

Ragam Ancaman 'Borgol' dari RUU Minuman Beralkohol

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 06:33 WIB
Jakarta -

Lama 'mati suri', RUU Larangan Minuman Beralkohol kembali dibahas DPR. Kontroversi belum berhenti mengiringi pembahasan RUU ini, terutama mengenai ancaman bui bagi pelanggarnya.

RUU Larangan Minuman Beralkohol dibahas Badan Legislasi (Baleg) DPR dan saat ini ada dalam tahap harmonisasi. RUU Larangan Minuman Beralkohol diusulkan oleh Fraksi PPP, Fraksi PKS, dan Fraksi Partai Gerindra. Ketua Baleg DPR, Supratman Andi Agtas, menyebut pengusul terbanyak berasal dari PPP.

Dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua Baleg DPR Willy Aditya mengatakan RUU Larangan Minuman Beralkohol masih berupa pembahasan usulan dari para pengusul. Sebab, saat ini DPR sedang berusaha menyelesaikan sejumlah RUU yang akan ditetapkan menjadi Prolegnas Prioritas 2021.

"Kemarin itu rapat tentang penjelasan tentang rancangan undang-undang larangan Minol baru penjelasan pengusul. Kan memang RUU ini masuk dalam Prolegnas Prioritas 2020. Jadi kita mau menyelesaikan mana-mana yang masuk sebagai inisiatif anggota dan inisiatif Baleg sebelum minggu depan menetapkan Prolegnas Prioritas 2021," ucap Willy saat dihubungi.

Sebagaimana draf RUU Larangan Minuman Beralkohol seperti dilihat detikcom, Kamis (12/11/2020), ada sejumlah aturan soal hukuman pidana. Aturan itu bisa menjerat peminum hingga pihak yang memproduksi dan menyimpan minuman beralkohol.

Sebagai salah satu pengusul, PPP menyebut aturan pidana itu masih bisa didiskusikan. Proses pembahasan akan mendengarkan masukan masyarakat.

Ragam aturan itu bisa dibaca di halaman selanjutnya.