Member JKT48 Alami Pelecehan, Komnas Perempuan Tekankan Pentingnya RUU PKS

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 06:29 WIB
A young woman protects herself by hand
ilustrasi pelecehan seksual (Foto: iStock)
Jakarta -

Salah seorang member girl band JKT48 berinisial A mendapatkan aksi pelecehan seksual melalui akun media sosialnya. Komnas Perempuan angkat bicara terkait kasus ini.

Anggota Komnas Perempuan Bahrul Fuad mengatakan tren kekerasan berbasis online terhadap perempuan terus meningkat. Menurutnya, perlu adanya undang-undang mengenai penghapusan kekerasan seksual agar tren ini tidak berlanjut.

"Dan situasi ini menempatkan perempuan rentan mengalami kekerasan, khususnya kekerasan seksual. Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan ini membuktikan bahwa perlu hadirnya sebuah Undang - Undang Khusus tentang Kekerasan Seksual. Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) menjadi sangat penting," ujar Bahrul Fuad kepada wartawan, Kamis (12/11/2020).

Ia mengatakan masyarakat masih sering memposisikan perempuan sebagai objek seksual. Dalam kasus A, Bahrul menyebut pelecehan yang dialami member JKT48 itu berkategori Kekerasan Berbasis Gender Siber (KBGS).

"Apa yang dialami oleh anggota JKT 48 tersebut dapat dikategorikan sebagai Kekerasan Berbasis Gender Siber (KBGS). Berdasarkan laporan yang masuk ke Komnas Perempuan jumlah kasus KBGS akhir-akhir ini meningkat cukup signifikan. Hingga Oktober 2020 ini Komnas perempuan mencatan 659 kasus KBGS," tutur Bahrul Fuad.

Bahrul mendukung penuh laporan pelecehan seksual yang dialami A. Menurutnya kasus ini perlu diproses secara hukum.

Anggota Komnas Perempuan Bahrul FuadAnggota Komnas Perempuan Bahrul Fuad Foto: Dok. Istimewa

Di kesempatan yang sama, Bahrul mewanti-wanti agar masyarakat khususnya perempuan bijak dalam bermedia sosial. Hal tersebut guna antisipasi adanya tindakan kekerasan berbasis gender siber.

"Menolak keinginan pasangan yang meminta kamu berfoto atau memvideokan diri kamu tanpa busana, atau sedang melakukan aktivitas seksual," tutur Bahrul.

Bahrul meminta warga untuk membatasi diri mengunggah foto atau video yang berpotensi disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Korban melapor ke Polda Metro Jaya sejak Sabtu lalu. Simak di halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2