Member JKT48 Alami Pelecehan, Komnas Perempuan Tekankan Pentingnya RUU PKS

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 06:29 WIB
A young woman protects herself by hand
ilustrasi pelecehan seksual (Foto: iStock)

Diketahui, korban melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya pada Sabtu (7/11). Laporan itu kini telah diterima dan ditangani di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Laporan tersebut telah terdaftar dengan nomor polisi Nomor: LP/6598/XI/YAN.25/2020/SPKTPMJ.

Polisi mengungkap alasan korban melaporkan akun tersebut. "Karena dia merasa tersinggung, tidak terima adanya akun di media sosial @kurniawan037," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Ketersinggungan tersebut, sambung Yusri, dipicu adanya foto serta kata-kata kotor yang dikirimkan akun tersebut ke akun Instagram korban. Yusri belum memerinci terkait konten yang disebarkan oleh terduga pelaku.

Namun hal itu memicu korban marah dan segera melaporkan perbuatan itu ke kepolisian.

"Akunnya media sosial @kurniawan037 yang menyebutkan dengan kata-kata kotor dengan memperlihatkan foto dari Instagram pelapor dan dilampirkan dengan kata-kata tidak wajar. Itu yang dia tidak terima," terang Yusri.

Manajer JKT48, Tata, pun angkat bicara menjelaskan soal tindakan asusila itu. Tata menerangkan dugaan pelecehan seksual itu terjadi kurang-lebih tiga minggu yang lalu. Pihaknya kemudian menelusuri kasusnya dan dinilai cukup meresahkan, sampai akhirnya melapor ke polisi.

"Kurang-lebih dua mingguan yang lalu, cuma kan kita nggak semata-mata kita langsung ambil tindakan. Pasti kita telusuri dulu bagaimana, ternyata memang kasusnya sudah ada, cukup meresahkan. (Laporan) tanggalnya aku nggak... tapi kurang-lebih kejadiannya semua itu 2 atau 3 minggu yang lalu," ucap Tata kepada wartawan, Rabu (11/11).

"Pelaporan itu lumrah kepada wanita yang merasa dilecehkan yang sudah berlebihan, maka kalau kita merasa risi kita ambil tindakan sebagai manajemen," sambung Tata.


(isa/imk)