Buaya Diyakini Kembaran Manusia, Mitos Bugis-Makassar Jadi Asal-usulnya

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 19:07 WIB
Buaya diyakni warga di Makassar sebagai keturunan manusia
Buaya yang diyakini sebagai keturunan manusia. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Viral di media sosial kemunculan buaya di Sungai Tallo, Kota Makassar yang diduga jadi-jadian oleh warga. Buaya itu kemudian diamankan ke rumah salah satu warga untuk dibungkus kain kafan, hingga diberikan upacara adat dengan menabuh gendang.

Muliadi, salah seorang warga yang menyimpan buaya itu di ruang tamu rumahnya di Jalan Pacinan, Kelurahan Tello Baru, Panakkukang, Kota Makassar, meyakini buaya yang ditemukannya pada Rabu (11/11) kemarin itu sebagai keturunan manusia.

"Buaya keturunan (manusia) itu," tutur kerabat Muliadi, Firman, kepada wartawan di rumah Muliadi, Kamis (12/11).

Buaya diyakni warga di Makassar sebagai keturunan manusiaBuaya diyakini warga di Makassar sebagai keturunan manusia. (Hermawan/detikcom)

Menghormati buaya dan memperlakukannya layaknya manusia bukanlah hal baru bagi masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel), khususnya masyarakat Bugis-Makassar. Jauh sebelum ajaran Islam masuk ke Sulsel, sebagian besar masyarakat Bugis Makassar yakin dan percaya dengan mitologi: setiap manusia yang lahir memiliki kembaran seekor buaya.

Menurut Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr Nurhayati Rahman, kepercayaan manusia memiliki kembaran buaya bagi masyarakat Bugis-Makassar juga tertuang dalam kitab sastra Bugis kuno, Lagaligo.

"Di Lagaligo ada dijelaskan pandangan kosmogoni, bahwa orang Bugis memandang alam raya ini terdiri dari tiga lapis. Yaitu dunia di atas (langit) atau yang disebut Botting Langi dihuni oleh para dewa dan dewi. Lalu kemudian dunia di bawah laut dia sebut dengan Buri Liung, yang juga dihuni oleh dewa-dewi. Pertemuan antara dewi dari Botting Langi dan dewa di Buri Liung melahirkan manusia," jelas Nurhayati dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (12/11).

Simak awal mula masyarakat Bugis-Makassar yakin buaya keturunan manusia dalam kitab Lagaligo selanjutnya>>>