Sandiaga Ikut, Gerindra Janji Hapus Perwako Ini Jika Menang di Bukittinggi

Jeka Kampai - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 17:07 WIB
Sandiaga Uno di Sumatera Barat (Jeka Kampai/detikcom).
Sandiaga Uno di Sumatera Barat (Jeka Kampai/detikcom)
Bukittinggi -

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno turun gunung mengampanyekan pasangan calon kepala daerah di Sumatera Barat, terutama cagub-cawagub Sumbar Nasrul Abit-Indra Catri (NA-IC). Gerindra menjanjikan hal ini ketika Sandi ikut kampanye.

Sepanjang Kamis (12/11/2020), Sandi bersama Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade serta pasangan NA-IC mengunjungi sejumlah lokasi di Padang, Bukittinggi, dan Padang Panjang. Saat mengunjungi Pasar Ateh dan Pasar Bawah Bukittinggi.

Massa ibu-ibu atau amak-amak mengelu-elukan Sandi. Mereka berebut untuk bisa mendekat dan berfoto bersama.

"Kita harus dekat dengan masyarakat. Bukittinggi adalah kota perjuangan," kata Sandi.

Mantan calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019 itu menjadi pusat perhatian warga Kota Bukittinggi, terutama pedagang dan pembeli di Pasar. Berkali-kali Sandi terlibat pembicaraan serius dengan para pedagang yang mengeluhkan terjadinya penurunan omzet selama pandemi COVID-19.

"Susah sekarang, Pak. Penjualan seret, tidak banyak yang datang," kata salah seorang pedagang mengadu. Sandi memahami kondisi tersebut. Ia berharap para pedagang bersabar dan berharap COVID-19 segera berakhir.

Selain mengeluhkan berkurangnya transaksi, para pedagang juga melaporkan adanya aturan yang dibuat pemerintah kota setempat dan dianggap memberatkan. Aturan tersebut tertuang dalam Perwako Bukittinggi Nomor 40-41 tahun 2018 tentang Retribusi Pasar Bukittinggi.

Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar yang juga anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyatakan mencabut Perwako tersebut merupakan pekerjaan pertama yang akan dilakukan oleh Erman Safar jika terpilih sebagai Wali Kota Bukittinggi baru nantinya.

"Insyaallah akan diselesaikan. Begitu Erman Syafar dilantik sebagai wali kota, hal pertama yang dilakukan adalah mencabut Perwako tersebut," kata Andre.

Erman Syafar yang juga Ketua DPC Gerindra Kota Bukittinggi, berpasangan dengan Marfendi untuk Pilwako Bukittinggi 2020. Perwako itu sendiri berlaku sejak Januari 2019 lalu yang berisi tentang kenaikan retribusi terhadap pedagang yang mencapai 600 persen dari Rp 10 Ribu menjadi Rp 60 Ribu per bulan. Para pedagang sudah berusaha meminta Perwako itu dicabut, namun tak membuahkan hasil.

Komitmen tersebut disambut antusias para pedagang yang langsung meneriakkan yel-yel bagi pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sumbar, NA-IC serta pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Bukititnggi, Erman Syafar-Marfendi.

(gbr/gbr)