Alibi Sejoli Kena Razia: Ngaku Tante-Ponakan hingga Sembunyi di Bawah Ranjang

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 16:49 WIB
Foto: Polrestabes Palembang operasi penyakit masyarakat (pekat) di salah satu hotel. Ada empat pasangan bukan suami istri yang diamankan dari lokasi (dok. Istimewa)
Polrestabes Palembang operasi penyakit masyarakat (pekat) di salah satu hotel. Ada empat pasangan bukan suami-istri yang diamankan dari lokasi. (Foto: Istimewa)
Palembang -

Ada-ada saja alibi ataupun cara sejoli bukan suami-istri untuk menghindari razia di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Ada yang mengaku tante-keponakan hingga bersembunyi di bawah ranjang penginapan.

Alibi tante-keponakan pernah dipakai pasangan mesum pria, DD (21) dan wanita, AI (28), yang terjaring razia di Palembang pada September 2020. Saat itu, DD dan AI mengaku sebagai tante dan keponakan.

"Ada satu pasangan mengaku katanya dia tante dan keponakan, atau bibi," kata Kasat Sabhara Polrestabes Palembang AKBP Sonny kepada wartawan, Selasa (29/9/2020).

Dia mengatakan pasangan itu terjaring razia bersama tiga pasangan diduga mesum lainnya di hotel kelas melati yang ada di Palembang. DD dan AI kemudian dibawa ke kantor polisi untuk didata.

Setelah diperiksa, ternyata keduanya tak punya hubungan keluarga. DD dan AI disebut bukan tante dan keponakan.

"Diperiksa, didalami keterangan mereka di kantor. Ternyata nggak ada hubungan, jadi bisa dikatakan begitu (pasangan mesum). Bukan tante dan keponakan," ujar Kapolrestabes Palembang Kombes Anom Setyadji.

Kedua orang itu dan tiga pasangan lain yang terjaring razia diproses dan diberi sanksi tindak pidana ringan (tipiring). Mereka dipulangkan sembari menunggu proses persidangan.

"Semua sudah didata, nanti akan diproses sidang oleh hakim. Namanya tindak pidana ringan," kata Anom.

Ada lagi cara lain yang dipakai pasangan diduga mesum untuk menghindari razia. Baca di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2