8 Prajurit TNI Jadi Tersangka Pembakaran Rumah Dinas Kesehatan Hitadipa Papua

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 15:37 WIB
Jumpa pers Puspomad, Kamis (12/11) (Wilda/detikcom)
Foto: Jumpa pers Puspomad, Kamis (12/11) (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Pusat Polisi Militer TNI AD (Puspomad) menetapkan 8 oknum TNI sebagai tersangka kasus pembakaran rumah dinas kesehatan di Hitadipa, Papua. Penetapan tersangka ini didasarkan dari alat bukti dan pemeriksaan saksi-saksi.

"Kasus pembakaran rumah dinas kesehatan di Hitadipa pada tanggal 19 September 2020. Langkah hukum yang dilakukan oleh tim gabungan dan Kodam 17 Cendrawasih adalah melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan hasil sebagai berikut, berdasarkan hasil pemeriksaan para saksi dan alat bukti maka penyidik menyimpulkan dan menetapkan 8 orang sebagai tersangka," kata Komandan Puspom TNI AD (Danpuspomad) Letjen Dodik Widjanarko dalam konferensi pers, di gedung Puspomad, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2020).

Letjen Dodik menjabarkan kedelapan tersangka itu adalah Kapten infanteri SA, Letda infanteri KT, Serda MFA, Sertu S, Serda ISTF, Kopda DP, Pratu MI dan Prada MH. Mereka disangkakan melanggar Pasal 187 (1) KUHP dan Pasal 55 (1) KUHP.

"Pasal yang dilanggar oleh para tersangka 87 (1) KUHP, Pasal 55 (1) KUHP," katanya.

Letjen Dodik mengatakan pihaknya akan segera melengkapi berkas perkara. Apabila sudah memenuhi syarat formil dan materiil, pihaknya akan segera melimpahkan ke pengadilan militer.

"Saat ini tim gabungan dan Kodam XVII/Cendrawasih sedang melengkapi berkas perkaranya dan apabila telah memenuhi syarat formil dan materill akan segera dilimpahkan ke Oditur Militer III-19 Jayapura," tuturnya.

Letjen Dodik menyebut Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andhika Perkasa akan membangun kembali rumah dinas kesehatan yang dibakar tersebut. Sementara untuk total kerugian akibat pembakaran rumah dinas itu diperkirakan mencapai Rp 1,3 miliar.

"Akibat dibakarnya rumah dinas kesehatan di Hitadipa diperkirakan menelan kerugian materill sebesar Rp 1.300.000.000 dan Bapak KASAD akan membangun kembali rumah dinas kesehatan Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya," ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Pusat Zeni TNI AD (Kapusziad) Mayjen TNI Mohammad Munib menegaskan pihaknya akan menerjunkan 30 orang untuk pembangunan rumah dinas tersebut. Ia memperkirakan penyelesaiakn rumah dinas kesehatan yang diperintahkan langsung oleh KASAD akan selesai dalam waktu 90 hari.

"Tadi malam diperintahkan oleh pimpinan Bapak KASAD, sudah berkoordinasi ke Kodam Cendrawasih, kekuatan untuk membangun kembali rumah akan dikerahkan 30 orang. Perkiraan kita akan selesai 90 hari kerja, atau 3 bulan, karena ini adalah urgent, jadi rencana kota minggu depan sudah action sudah ada kegiatan pembangunan kembali," katanya.

Peristiwa pembakaran ini sebelumnya sempat diungkap oleh Ketua Tim Kemanusiaan untuk Intan Jaya, Haris Azhar. Penuturan selengkapnya ada di halaman selanjutnya.