Ketua MPR Dorong Bandara Kertajati Jadi Pusat Logistik E-Commerce

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 12:30 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong Bandar Udara Internasional Jawa Barat Kertajati menjadi pusat distribusi logistik e-commerce. Hal ini melihat kapasitas bandara yang mampu menampung 1,5 juta ton kargo, serta akses bandara yang didukung dua infrastruktur besar di Jawa Barat.

Adapun infrastruktur itu di antaranya Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, dan akses Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Cisumdawu yang akan menghubungkan Kota Bandung dan Kertajati.

"Sehingga ada integrasi antara bandara, jalan tol, dan pelabuhan. Dengan demikian mampu memangkas waktu pengiriman barang. Terlebih daerah di sekitar Bandara Kertajati merupakan kawasan industri yang tersebar dari Cikarang, Bekasi hingga Karawang dan kota-kota sekitarnya. Apalagi daerah di sekitar Bandara Kertajati seperti Cirebon dan Indramayu terkenal memiliki berbagai kerajinan yang bisa diekspor," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (12/11/2020).

Hal ini disampaikan usai mengunjungi kantor perusahaan jasa titipan PT Dirgantara Pos Intimoda (Diposin), di Komplek Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Rabu (11/11).
Ketua DPR RI ke-20 ini menilai dengan mengoperasikan Bandara Kertajati sebagai pusat logistik e-commerce, UMKM Indonesia bisa lebih mudah dalam proses ekspor hasil produksinya dan perizinan lainnya. Di sisi lain, hal ini juga bisa menghidupkan aktivitas di Bandara Kertajati agar tak sepi seperti saat ini.

"Geliat perdagangan online (e-commerce) sedang melanda kaum milenial. Hanya dengan modal handphone dan berbagai perangkat teknologi informasi, mereka bisa mendapatkan konsumen hingga ke berbagai belahan negara dunia. Tugas pemerintah untuk membantu mereka memasarkan produknya melalui kemudahan ekspedisi," jelasnya.

Lebih lanjut Bamsoet mengungkapkan sejak diresmikan operasinya pada 24 Mei 2018, jumlah penerbangan di Bandara Kertajati masih jauh dari harapan. Padahal, Bandara Kertajati merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Soekarno Hatta. Hingga akhir 2019, tercatat rata-rata per harinya hanya ada 20 pergerakan pesawat.

"Saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia pada Maret 2020, operasional Bandara Kertajati terus menurun. Bahkan pada April 2020 sempat berhenti beroperasi lantaran tak ada penerbangan. Menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat logistik e-commerce merupakan pilihan bijak dan solutif agar pembangunan bandara ini tak sia-sia," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam kunjungan tersebut ikut hadir jajaran direksi DIPOSIN antara lain CEO Rangga Dirgantara, Direktur Utama Muhammad Martin, dan Direktur Keuangan Novita Chandra. Hadir pula Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan.

(mul/ega)