Round-Up

Deretan Kepala Daerah hingga Anggota Dewan di Kasus Mafia Anggaran

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 07:20 WIB
Penampakan Gedung Baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan
Foto: Rachman Haryanto


4. Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah

Zulkifli telah ditetapkan KPK sebagai tersangka sejak 2019. Namun hingga kini, Zulkifli belum ditahan KPK.

Zulkifli ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Zulkifli juga disangkakan menerima gratifikasi.

Zulkifli diduga memberikan Rp 550 juta kepada Yaya untuk mengurus DAK pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kota Dumai. Sedangkan untuk perkara kedua, yaitu gratifikasi, Zulkifli diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta.

5. Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah Sitorus

Kharuddin merupakan Bupati Labuhanbatu Utara periode 2016-2021. Kharuddin ditetapkan sebagai tersangka kasus mafia anggaran bersama Wakil Bendahara Umum PPP Puji Suhartono pada November 2020 ini.

KPK langsung menahan keduanya di rutan polres di Jakarta. Kharuddin diduga menyuap eks pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo sebesar SGD 290 dan Rp 500 juta untuk mengurus pengajuan DAK Kabupaten Labuhanbatu Utara tahun anggaran 2018.


6. Mantan Anggota DPR RI periode 2014-2019 Irgan Chairul Mahfiz

KPK menetapkan tersangka baru kasus korupsi mafia anggaran. Dia adalah mantan anggota DPR RI Fraksi PPP periode 2014-2019 Irgan Chairul Mahfiz.

Irgan ditahan di Rutan Salemba Jakarta selama 20 hari ke depan sejak 11 November sampai dengan 30 November 2020. Dalam konstruksi perkara Irgan diduga menerima Rp 100 juta yang digunakan untuk membeli oleh-oleh umroh dari Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin melalui perantara yakni Wabendum PPP Puji Suhartono.

Uang yang diterima diduga sebagai imbalan atas upaya Iuran dalam mengurus desk pembahasan di Kementerian Kesehatan atas DAK Bidang Kesehatan APBN tahun anggaran 2018 untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara. Uang itu diterima Iuran dalam 2 kali transfer.


(fas/dhn)