150 Warga Semarang Demo Persoalkan Rp 12 M Untuk PSIS

150 Warga Semarang Demo Persoalkan Rp 12 M Untuk PSIS

- detikNews
Selasa, 24 Jan 2006 12:05 WIB
Semarang - Sekitar 150 orang yang mengatasnamakan Ikatan Keluarga Besar Semarang (IKBS) berunjuk rasa di Balaikota Semarang, Jl. Pemuda, Selasa (24/1/2006). Mereka mempersoalkan pencairan dana sebesar Rp 12 miliar untuk tim sepak bola PSIS.Massa yang berpakaian oranye dan hitam serta bertuliskan IKBS itu datang dengan mengendarai sejumlah angkutan kota. Mereka membawa poster-poster yang di antaranya bertuliskan, "PSIS jangan dijadikan lahan bisnis", "PSIS butuh manajer profesional", dan lain-lain.Setelah berorasi beberapa saat di pintu gerbang Kantor DPRD, puluhan perwakilannya bergerak menuju Ruang Komisi D untuk berdialog. Seluruh pimpinan dan anggota Komisi D tampak hadir dalam peretmuan mendadak itu.Dalam dialog, Ketua IKBS Herlambang menyatakan, pihaknya mempertanyakan untuk apa saja dana Rp 12 M yang diperuntukkan bagi PSIS. Selama ini, dana sebesar itu tidak jelas pengeluarannya. "Tidak ada pertanggungjawaban publik. Padahal itu uang rakyat," katanya.Sekadar diketahui, dana operasional PSIS sedikit banyak ditanggung APBD Kota Semarang. Tiap musim kompetisi jumlah dana yang dicairkan selalu berbeda. Untuk APBD tahun 2006, PSIS mendapatkan Rp 12 miliar. Herlambang menuding pencairan dana itu lebih karena nepotisme belaka. Dalam struktur kepengurusan, Manajer PSIS Yoyok Sukawi adalah anak Walikota Sukawi Sutarip. "Apa karena itu, PSIS lebih dianakemaskan," imbuhnya.IKBS juga mensinyalir ada kontrak ganda pemain. Satu kontrak untuk manajemen, kontrak lainnya untuk laporan ke pemerintah. Dengan cara demikian, mark up dana PSIS tidak diketahui publik.Komisi D berjanji akan mengusut persoalan tersebut. Mereka berencana memanggil manajemen PSIS dalam waktu dekat. "Kalau terbukti, untuk anggaran tahun depan dana PSIS harus lebih dikoreksi," tutur Ketua Komisi D Ahmadi.Sekitar pukul 11.30 WIB, massa IKBS meninggalkan balaikota. Mereka mengancam akan datang lagi jika aspirasi mereka tidak diwujudkan. IKBS adalah organisasi sosial yang mengklaim beranggotakan kelompok marjinal, mirip dengan Front Betawi Rembug (FBR) di Jakarta. (nrl/)


Berita Terkait