ADVERTISEMENT

Sidang Surat Jalan Palsu

Anak Buah Prasetijo Akui Bakar Surat Jalan: Saya Lakukan karena Perintah

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 18:33 WIB
Sidang kasus penggunaan surat jalan palsu oleh Djoko Tjandra
Anak buah Brigjen Prasetijo mengakui dalam persidangan tentang mendapatkan perintah untuk membakar surat jalan palsu yang digunakan Djoko Tjandra. (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Momentum pembakaran surat jalan palsu yang digunakan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra dibeberkan lebih detail dalam persidangan. Terdakwa Brigjen Prasetijo Utomo disebut memerintahkan anak buahnya untuk membakar surat jalan itu.

"Jadi semua saya lakukan karena perintah," ucap Jhony Andrijanto saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (10/11/2020).

Jhony berpangkat kompol dan bekerja sebagai anak buah dari Prasetijo saat menjabat Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri. Surat-surat yang dibakar Jhony disebutnya merupakan surat jalan, surat keterangan pemeriksaan COVID-19, dan surat rekomendasi kesehatan.

"Semua surat-surat. Surat asli. Surat tersebut masih tersimpan dalam mobil," kata Jhony.

Dalam surat dakwaan untuk Prasetijo yang dibacakan pada Selasa, 13 Oktober 2020, disebutkan bahwa Prasetijo membantu Djoko Tjandra yang saat itu berada di Malaysia untuk ke Indonesia mengurus kepentingan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) perkaranya. Namun Djoko Tjandra yang saat itu berstatus buron tidak bisa sembarangan masuk ke wilayah Indonesia sehingga memerlukan surat-surat yang disediakan Prasetijo.

Kembali pada keterangan Jhony dalam persidangan kali ini. Jhony mengaku tidak tahu alasan Prasetijo memerintahkannya membakar surat itu tetapi perintah itu disebutnya usai Prasetijo ditanya oleh Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo lantaran urusan itu viral.

"Saya tidak tanya (alasan Prasetijo memberikan perintah untuk membakar surat) tapi beliau menyampaikan, 'Saya abis dipanggil Kabareskrim dan menyampaikan ada viral surat tersebut'," kata Jhony.

Saat mendapatkan perintah itu Jhony mengaku sedang berada di rumah rekannya bernama Suryana di Bogor. Segera setelah diperintah Prasetijo, Jhony pun membakar surat itu serta mendokumentasikan aksi pembakarannya.

"Saya lihat pekarangan rumahnya (Suryana) itu luas. Jadi saya terlintas karena ada perintah, saya balik ke mobil, saya ambil suratnya, saya bakar, dan saya dokumentasikan," ucap Jhony.

"Sudah dibakar itu saya foto, karena saya untuk menghadap laporan ke beliau (Prasetijo). Jam 2 siang saya ke ruang beliau, saya tunjukkan ke beliau. Saya lihatkan HP saya, 'Izin jenderal, perintah sudah saya laksanakan', (dijawab Prasetijo) 'Oh iya bagus', beliau jawab gitu," imbuhnya.

Selain itu, Jhony mengatakan bila isi surat jalan itu berbeda dengan kenyataan di lapangan. Dalam surat itu, disebutkan kepentingan monitoring COVID-19 di Pontianak, sedangkan menurut Jhony yang ikut mendampingi Prasetijo adalah untuk menjemput Djoko Tjandra.

"Jadi nggak ada monitoring. Menjemput dan mengantar Pak Djoko Soegiarto," kata Jhony.

Prasetijo dalam perkara ini didakwa bersama-sama Anita Dewi Anggraeni Kolopaking dan Djoko Tjandra memalsukan surat untuk kepentingan beberapa hal. Anita merupakan pengacara Djoko Tjandra saat itu.

Surat-surat itu digunakan Djoko Tjandra masuk ke wilayah Indonesia tanpa terdeteksi aparat penegak hukum hingga membuat kehebohan. Kehebohan Djoko Tjandra ini berakhir setelah ditangkap berkat kerja sama police to police antara Polri dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Djoko Tjandra ditangkap pada Kamis (30/7) dan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo turun langsung membawa Djoko Tjandra dari Malaysia.

Simak video 'Kompol Jhony Akui Bakar Surat Jalan Djoko Tjandra Disuruh Brigjen Prasetijo':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT