HRS Jelaskan Soal Revolusi Akhlak: Revolusi Mental Dipakai Gembong Komunis!

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 17:52 WIB
Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab akhirnya tiba di Indonesia. Habib Rizieq langsung keluar dari Terminal 3 dan langsung berorasi.
Habib Rizieq Syihab saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menjelaskan pemakaian istilah revolusi akhlak dan tidak revolusi mental. Menurut Rizieq, revolusi mental bersumber dari paham komunis.

Awalnya, Rizieq menjelaskan kepada jemaahnya pengertian revolusi sebagai perubahan secara cepat dan mendasar. Jika perubahan itu dilakukan secara perlahan, bukan revolusi.

"Dengar kata revolusi, wah, kalang kabut lagi. Revolusi, revolusi, revolusi. Revolusi itu perubahan drastis dan mendasar. Jadi kalau perubahan drastis itu, kemarin tukang bohong, hari ini perubahan drastis, nggak tukang bohong lagi," kata Rizieq kepada jemaahnya seperti dalam akun YouTube FPI, Front TV, Selasa (10/11/2020).

"Tapi, kalau kemarin tukang bohong, sekarang ngebohongnya dikurangin dikit-dikit, itu bukan revolusi," katanya.

Dia menyadari ada beberapa istilah soal revolusi, dari revolusi budi pekerti sampai revolusi mental. Namun dia akhirnya memilih revolusi akhlak.

"Kenapa dipilih revolusi akhlak, kenapa bukan revolusi moral, revolusi budi pekerti, revolusi mental? Karena kata akhlak itu dipakai oleh Nabi kita Muhammad SAW. Nggak ada kata lebih baik dipilih kecuali kata yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW," katanya.

Karena digunakan oleh Nabi itulah, Rizieq akhirnya memilih revolusi akhlak untuk gerakannya. Sementara itu, Rizieq menyebut revolusi mental digunakan oleh peletak paham komunisme, Karl Marx.