Satgas: RI Mampu Hindari Sudden Spike Kematian COVID-19

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 17:05 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Jubir COVID-19 Wiku Adisasmito (Satgas Penanganan COVID-19)
Jakarta -

Tingkat kematian COVID-19 di Indonesia masih lebih tinggi ketimbang rata-rata kematian COVID-19 secara global. Namun Indonesia terbukti mampu menghindari sudden spike atau lonjakan tingkat kematian COVID-19 secara tiba-tiba.

"Jika kita perhatian kasus meninggal di negara-negara lain, tampak peningkatan yang cukup signfikan dalam waktu yang singkat, sementara Indonesia mampu mengendalikan laju kematiannya sehingga tidak ada sudden spike atau loncatan yang mendadak," kata juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, Selasa (10/11/2020).

Dia berbicara dalam keterangan pers yang disiarkan lewat kanal YouTube BNPB Indonesia. Dia menguraikan perbandingan kasus meninggal dunia akibat virus Corona di dunia. Indonesia mampu menghindari sudden spike kematian COVID-19.

"Ini menunjukkan kehati-hatian dan kewaspadaan yang tinggi," ujarnya.

Per 8 November 2020, tingkat kematian COVID-19 berada pada 3,33 persen. Sedangkan rata-rata tingkat kematian global berada pada 2,47 persen. Satgas COVID-19 mengakui kematian COVID-19 di Indonesia masih tinggi.

"Di kawasan Asia Tenggara, angka meninggal akibat COVID-19 masih yang tertinggi dibandingkan Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Myanmar," kata Wiku.

Selanjutnya, perbandingan kematian COVID-19 di seluruh dunia:

Selanjutnya
Halaman
1 2