Ditambah Lagi Masyumi, Partai Islam Dinilai Berjuang Sendiri-sendiri

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 07:38 WIB
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin (dok. Istimewa).
Foto: Ujang Komarudin (dok. Istimewa).
Jakarta -

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menyoroti kembali berdirinya Partai Masyumi dengan tagline Masyumi Reborn. Ujang menyebut, saat ini banyak partai Islam tapi tidak pernah menang pemilihan umum (pemilu).

"Partai politik Islam di masa Orde Baru dan pascareformasi sulit menang. Karena kekuasaan yang tak berpihak pada partai politik Islam dan karena terfragmentasinya partai-partai politik Islam itu sendiri. Kita menyaksikan banyak partai Islam. Tapi tak pernah menang, tak pernah mendapat dukungan rakyat yang besar," kata Ujang saat dihubungi, Senin (9/11/2020) malam.

Bagi Ujang, salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah partai Islam tidak bersatu. Masing-masing elite partai berjalan sendiri-sendiri.

"Salah satu faktornya, partai Islam terlalu banyak dan elite-elite partai-partai Islamnya juga berjuang masing-masing. Dan yang diperjuangkan juga bukan umat. Tapi lebih pada kekuasaan dan jabatan untuk kepentingan diri dan kelompok," ucapnya.

Saat ini, partai politik berasaskan Islam di Indonesia adalah PPP, PKB, PAN, dan PKS. Jika ditambah dengan hadirnya Partai Masyumi, maka publik menilai partai-partai Islam semakin lemah.

"Munculnya Partai Masyumi juga bisa memperlemah kekuatan partai politik Islam. Karena kesannya partai-partai Islam tak bersatu. Mendirikan partai masing-masing sebagai alat politik masing-masing," ucapnya.