Muncul Masyumi Reborn, Yusril Bicara Sulitnya Partai Islam Cari Pendanaan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 16:04 WIB
Ketum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra (Andhika Prasetia/detikcom)
Ketum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Partai Masyumi Reborn muncul setelah dideklarasikan tokoh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Cholil Ridwan. Ketua Umum Partai Bulan Bintang atau PBB Yusril Ihza Mahendra menyinggung sulitnya partai berbasis Islam dalam mencari dana.

Dalam pernyataannya yang diterima Senin (9/11/2020), Yusril Ihza menyatakan menghormati hak setiap warga mendirikan partai politik atas nama demokrasi, termasuk Masyumi Reborn. Yusril menyebut pemakaian nama Masyumi bukanlah hal baru.

"Bahwa nama Masyumi itu digunakan kembali sebagai nama partai di era reformasi, setelah Masyumi dibubarkan tahun 1960, bukanlah baru pertama kali terjadi. Tahun 1999 sudah pernah nama 'Masyumi' digunakan pada sebuah partai baru dan ikut Pemilu 1999. Begitu juga nama 'Masyumi Baru' pernah pula digunakan dan juga ikut dalam Pemilu 1999. Hasilnya tidak begitu menggembirakan," kata Yusril.

Yusril menyebut, baik Masyumi maupun Masyumi Baru mungkin masih berdiri sebagai partai politik berbadan hukum yang sah dan terdaftar di Kemenkum HAM. Tetapi, dalam beberapa kali pemilu terakhir, sambung dia, Masyumi ataupun Masyumi Baru sudah tidak aktif lagi.

"Partai yang baru dideklarasikan oleh KH Cholil Ridwan dan beberapa tokoh tanggal 7 November 2020 yang lalu, saya tidak tahu apa namanya 'Masyumi' saja atau 'Masyumi Reborn' saya kurang paham. Hal itu bisa ditanyakan langsung kepada KH Cholil Ridwan," katanya.

Yusril menegaskan Partai Bulan Bintang tak pernah mengaku-aku sebagai Masyumi sejak awal berdiri. Namun Yusril mengakui Masyumi jadi inspirasi PBB.

"Saya sendiri ikut mendirikan PBB pada tahun 1998 dan terus ikut pemilu sejak 1999 sampai pemilu terakhir tahun 2019. PBB sendiri tidak menyebut dirinya Masyumi, Masyumi Baru atau Masyumi Reborn. PBB adalah partai baru yang menimba inspirasi dari Partai Masyumi. Sebab, saya yakin zaman sudah berubah. Situasi politik sudah sangat berbeda dengan zaman tahun 1945-1960 ketika Masyumi ada," kata Yusril.

"Mendeklarasikan berdirinya partai memang mudah. Tetapi mengelola, membina, dan membesarkan partai tidaklah mudah. Orientasi politik rakyat kita sudah banyak berubah. Rakyat tidak lagi terbelah pada perbedaan ideologi yang tajam seperti tahun 1945-1960. Masyarakat kini bahkan lebih praktikal (untuk tidak mengatakan pragmatik) dalam menjatuhkan pilihan politik. Sebagian malah transaksional: Anda sanggup kasih apa dan berapa dan kami akan tentukan sikap kami seperti apa," imbuh dia.

Yusril menegaskan partai tak bisa sekadar dideklarasikan. Partai butuh bergerak dan tentu itu membutuhkan dana besar.

"Partai memerlukan dana yang besar untuk bergerak. Bagi Partai Islam, memperoleh dana yang besar itu sulit. Sebagian besar umat Islam hidup dalam kekurangan. Yang punya dana besar itu para cukong, para pengusaha dalam maupun luar negeri," ucap Yusril.

Simak pendapat Yusril soal sulitnya Partai Islam mencari pendanaan di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2