Jualan Online Sejak SMA, Penjual Batu Akik Ikut Berdayakan Masyarakat

Nurcholis Maarif - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 22:06 WIB
Para perajin dan pedagang beraktifitas di sentra kerajinan batu permata Cahaya Bumi Selamat (CBS), Martapura, Kalimantan Selatan.
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Batu akik identik dengan koleksi orang dewasa. Namun, Aseel Abri, pemuda asal Bekasi yang berusia 21 tahun, mematahkan anggapan itu dan berhasil menjadi juragan batu akik online dengan memiliki Bacter Online Shop. Ia juga memberdayakan ibu-ibu kompleks sekitar rumahnya untuk bisa mandiri.

Aseel mengatakan pertama kali mendengar tentang e-commerce di tahun 2015, saat pemuda Gen Z kelahiran tahun 1998 ini masih SMA. Saat itu, orang tuanya sedang berupaya bisa berjualan di e-commerce tanpa memiliki pemahaman apa pun mengenai apa itu e-commerce ataupun cara berjualannya.

"Saat itu, saya bermaksud membantu ibu berjualan saja, karena ibu menganggap saya anak muda yang lebih paham segala sesuatu yang berhubungan dengan berjualan online," kata Aseel dalam keterangan tertulis, Selasa (9/11/2020).

Saat itu Aseel dan ibunya secara rutin menghadiri semua kegiatan yang dilakukan oleh e-commerce, mulai dari kegiatan akbar, komunitas, seminar sampai mendatangi sellers-sellers yang dianggap sudah sukses demi mendapatkan masukan berharga dari mereka.

Sebagai anak muda, Aseel merasa tampil menarik itu penting. Namun mengalami kesulitan mencari aksesori yang pas untuk anak muda agar tampil gaya. Oleh karena itu, Aseel memutuskan membuat sendiri aksesoris anak muda yang keren dan cocok untuk dirinya dan teman-temannya.

Aseel mendapatkan order pertama yang nilainya tidak lebih dari Rp 15.000 saat memulai dengan menjual aksesoris fashion di kalangan teman-teman sekolahnya. Order diantarkan ke gerai kurir 24 jam.

"Order datang di sore hari. Semangat tinggi saya timbul dan karena tidak ingin mengecewakan pembeli serta memastikan pelanggan pertama puas dengan pengalaman saya, malam itu juga saya antarkan order ke gerai kurir di tengah hujan," kata Aseel.

Dalam dua tahun pertama, Aseel masih membagi waktunya antara belajar di sekolah dan mempelajari ilmu e-commerce. Demi memberikan layanan dan produk terbaik, Aseel menyempatkan diri mengunjungi Ternate untuk mempelajari batu khas Indonesia yang bisa dipasarkan secara online.

Semangat juang Aseel membawa hasil dan melalui berbagai upaya membina hubungan dengan masyarakat lokal, Aseel menemukan Desa Loloda di Maluku Utara yang memiliki batu sangat khas yag hanya dapat diperoleh di desa tersebut.

Sejak saat itu, batu dari Desa Loloda menjadi produk utama Bacter Online Shop. Toko Bacter Online Shop menyediakan berbagai jenis batu akik dari segala penjuru Indonesia dan Aseel menjadi mentor bagi para penambang batu di daerah-daerah, termasuk membantu dan mengajarkan mereka cara berjualan dan memasarkan produk mereka secara online.

"Menurut saya, akan lebih banyak manfaatnya bila ilmu yang saya dapatkan bisa diterapkan juga oleh mereka, dan saya dengan senang hati berbagi ilmu karena saya berterima kasih kepada para senior-senior di e-commerce yang juga berbagi ilmu kepada saya di awal perjuangan saya dan ibu saya," ujar dia.

Lulus SMA pada tahun 2017 dan sejak saat itu Aseel bertekad 100% terjun menjadi penjual di e-commerce. "Bisa dibilang ecommerce adalah cinta pertama saya. Soalnya selain saya mendapatkan ilmu, pertemanan, pengetahuan tentang tren, saya juga bisa membagikan kebahagiaan saya kepada orang lain."

Lebih lanjut Aseel mengatakan mulai berjualan di Lazada di tahun 2019 dengan pemahaman yang masih terbatas tentang menata produk yang menarik, berpromosi dan sebagainya. Namun, dengan semangat dan cinta akan e-commerce, Aseel secara rutin ikut dalam kegiatan-kegiatan yang digelar Lazada, mulai dari LazNongkrong, LazClass, LazStar Academy, Lazada University dan sellers conference Lazada Level Up bulan September kemarin.

"Saya ikuti semua hal yang bisa membantu saya jadi pengusaha sukses. Itu cita-cita saya. Saya tidak akan lupa jasa mentor-mentor saya, baik dari Lazada maupun para Top Sellers yang benar-benar membimbing saya dari 0 hingga sekarang saya menjadi salah satu Top Sellers Lazada," katanya.

Tidak berhenti di cita-cita menjadi pengusaha sukses, Aseel juga berhasil memberdayakan lingkungannya untuk mendukung usahanya. Ibu-ibu kompleks sekitar rumahnya diajak untuk ikut menjadi karyawan atau dibimbing menjadi penjual di e-commerce juga. Mereka diajari untuk menganyam gelang, kalung, bros dan aksesori fashion lainnya.

Saat ini toko Batu Akik Bacter Online Shop sudah punya 10 karyawan full time, dan belasan ibu-ibu yang membantu produksi kerajinan tangan. Bulan September tahun 2019 lalu, order yang diterima masih dalam hitungan jari. Namun pada bulan September tahun ini, dalam satu bulan, Toko Batu Akik Bacter Online Shop mengirimkan puluhan ribu order ke pembeli di seluruh Indonesia dengan pertumbuhan bisnis 1.200%.

Aseel mengatakan cita-citanya adalah bisa selalu menjadi bisnis yang membawa kebahagiaan pada pelanggan setianya, mengembangkan sayap ke mancanegara dan menyediakan produk berkualitas dengan harga yang bersaing sembari memperkenalkan produk unggulan Nusantara.

"Tidak mungkin kita bisa seperti ini tanpa bimbingan para senior Top Sellers, seminar-seminar gratis dari Lazada serta bantuan tim Lazada yang sangat membantu hingga toko kami berkembang dengan sangat pesat. Bisa dibilang 70% kesuksesan toko saya adalah berkat Lazada," jelas Aseel.

"Saat ini saya masih 21 tahun, saya yakin masih bisa terus berkembang dan dengan semangat belajar dan semangat Sumpah Pemuda, saya ingin bisa memperkenalkan sebanyak mungkin jenis batu akik dari seluruh Nusantara. Tahun depan, saya ingin bisa menutup Program Seratus Ribu; menjangkau 100.000 followers dan menembus penjualan 100.000 order! Bagi saya, apabila ada kemauan, pasti ada jalan untuk menjadi lebih hebat dan lebih sukses," pungkasnya. (prf/ega)