Tak Hanya Tanaman Hias, Harga Ikan Cupang Juga Meningkat di Masa Pandemi

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 19:44 WIB
Pengelola Farm @betta_phd Erland Barlian
Foto: dok. screenshot video YouTube Hendri Satrio
Jakarta -

Pandemi COVID-19 justru membuat permintaan terhadap tanaman hias maupun hewan hias seperti ikan cupang meningkat, sehingga harganya pun ikut terkerek. Hal itu dipicu karena orang banyak tinggal di rumah sehingga minat masyarakat untuk memelihara hewan peliharaan kian meningkat.

"Memang kalau harga ikan cupang setelah PSBB ini memang harganya agak lebih naik karena permintaannya lebih tinggi, itu juga nggak cuma ikan cupang, permintaan hewan peliharaan lain seperti anjing, kucing juga karena masyarakat sering di rumah," kata Pengelola Farm @betta_phd Erland Barlian, dalam diskusi bertajuk Berkah Berenang Sang Betta Cupang, yang disiarkan di YouTube Hendri Satrio, Senin (12/10/2020).

Ia mengatakan ikan cupang justru mengalami perkembangan, sebelumnya ikan cupang tak memiliki warna yang banyak, tetapi saat ini ikan cupang justru diminati karena memiliki beragam warna. Sementara itu Pemerhati Ikan Cupang, Khalid Zabidi mengaku terkejut dengan harga ikan cupang bisa mencapai ratusan ribu karena warnanya yang cantik.

"Terus terang ini hobi saya kecil, tapi hilang lama sekali. Kemudian muncul lagi pas PSBB bulan Maret. Kok ada lelang lelang cupang di Instagram itu, saya baru tahu tuh setelah sekian lama karena memang adik saya punya bisnis cupang, cuma saya nggak terlalu memperhatikan anak-anak Rp 20 ribu. Tapi terkejut pas lelang harganya bisa ratusan ribu, bagus-bagus. Di situ lah saya tertarik karena indah," katanya.

Khalid mengatakan kini bisnis ikan cupang justru pemasarannya bisa lebih baik melalui Instagram, maupun YouTube. Kolektor ikan cupang itu menilai, bisnis ikan cupang bukan main karena omzetnya menggiurkan.

"Itu kalau diikutin ratusan lelang tiap hari misalnya kalau 1 lelang saja minimal Rp 3 juta omsetnya kali ratusan lelang sudah bukan main-main ini," katanya.

"Ini bisnis yang sangat menjanjikan. Di sektor lain sedang terpuruk, ikan cupang justru naik, mereka (penjual) beli motor baru, mereka punya Instagram, reseller yang banyak. Saya pikir ini harus di perhatikan Pemda, Pemkot. Dengan UU Cipta kerja ini harus mempermudah izin, mempermudah bibit, mempermudah modal," katanya.

Sementara itu pemerhati ikan cupang, Teuku Reza mengatakan karena PSBB banyak orang mulai mencari hobi baru, misalnya memelihara ikan cupang. Kini harganya pun meningkat dari sebelumnya ikan cupang biasa Rp 2500 saat ini menjadi Rp 7000 hingga Rp 10000.

"Ya betul karena PSBB ini orang banyak di rumah orang mulai mencari hobi baru, hobi lama bersemi kembali. Permintaanya banyak harga cupang di PSBB ini memang nggak ada standarnya, tapi karena PSBB ini cupang-cupang yang standar sekarang mulai terkerek naik," kata Reza.

"Lihat patokan di Pasar Parung harga-harga yang partaian itu paling dulu cuma Rp 2500 per ekor, sekarang harga cupang yang dibawah bisa sampai Rp 7000 hingga Rp 10.000 partaiannya. Jadi memang PSBB ini lumayan berpengaruh untuk mengerek harga cupang," ujarnya.

Sementara itu, akademisi Yosef Dedy menilai kini bisnis cupang sudah merambah tak hanya ikan cupangnya, tetapi juga ada yang mengembangkan pakan, akuarium. Selain itu dia mengusulkan agar ada asosiasi atau komunitas yang dapat mengumpulkan penggemar cupang.

"Itu sangat berbeda dengan misalnya janda bolong, batu akik. Akik nggak bisa diekspor, tapi cupang kan bisa. Nah itu yang mendorong saya nah itu punya gagasan wah ini perlu dibuatkan asosiasi supaya menjaga mutu, membuat komunitas, memaintance penggemar sehingga cupang ini langgeng," kata Dedy.

(yld/bar)