PN Kendal Vonis Napi Bandar Sabu 11 Tahun Penjara, Hakim Ini Pilih DO

Andi Saputra - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 17:07 WIB
Palu Hakim Ilustrasi
Foto: Ilustrasi palu hakim (Ari Saputra/detikcom).
Jakarta -

Pengadilan Negeri (PN) Kendal menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara kepada narapidana yang mengulangi perbuatannya mengontrol mengedarkan 400 gram sabu, Fepri Suwelo Aji (38). Namun seorang hakim tidak sepakat dan memilih mengajukan dissenting opinion (DO).

Hal itu tertuang dalam putusan PN Kendal yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (9/11/2020). Fepri sejatinya adalah terpidana kasus narkoba dengan masa pidana yang harus dijalani selama 8 tahun penjara.

Masa pemidanaan ia jalani dengan berpindah-pindah. Pada Oktober 2015, ia menghuni LP Kedungpane, Semarang. Setahun setelahnya, ia dipindahkan ke LP Kembang Kuning, Pulau Nusakambangan, Cilacap. Setahun setelahnya, ia dikembalikan lagi ke LP Kedungpane.

Meski di dalam penjara, Fepri masih bisa mengendalikan jejaring komplotannya. Fepri menelepon Sugito yang ada di Kendal dan meminta Sugito mengambil sabu di Jakarta dan mengantar ke orang yang akan diberitahu selanjutnya.

Hal itu dilakukan berulang. Fepri menyuruh Sugito mengambil sabu di Tangerang, Parung dan sebagainya. Pergerakan Sugito terendus BNPP Jateng dan ditangkap di rumahnya di Kendal. Fepri akhirnya ikut digelandang dan diadili lagi untuk kasus kedua.

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Fepri Suwelo Aji Bin Alm. Sunarto oleh karena itu dengan pidana penjara selama 11 tahun dan denda sejumlah Rp 1 miliar apabila denda tidak dibayar diganti dengan penjara selama 6 bulan," demikian putus majelis yang diketuai Agung Sulistiono dengan anggota Ari Gunawan dan Sahida Ariyani.

Namun, Ari tidak sepakat dengan putusan itu dan mengajukan dissenting opinion (DO). Ari berpendapat kejahatan Narkotika adalah kejahatan yang ditetapkan sebagai extra ordinary crime karena menyangkut dampaknya yang sangat merusak masyarakat. Menurut catatan terakhir tahun 2019 tercatat ada kenaikan penyalahgunaan narkotika di Indonesia adalah sebanyak 3,6 juta yang mana rata-rata mereka yang menyalah gunakan narkotika pada rentan usia 15-35 tahun atau generasi milenial.

"Kejahatan narkotika adalah kejahatan transnasional atau sifatnya lintas negara hal ini juga dari surat dakwaan menyebutkan bahwa terdakwa pada saat menjalani hukuman di Lapas Narkotika Kelas IIA Nusakambangan Cilacap, terdakwa pernah bertemu dengan saudara Ali seorang Warga Negara Iran), kemudian terdakwa hanya berkomunikasi dengan Handphone kepada saudara Ali tersebut dengan nomor tidak tau karena menggunakan private number," papar Ari.

Atas pertimbangan itu, Ari tidak sepakat dengan tuntutan jaksa selama 13 tahun penjara. Ia juga tidak sepakat dengan putusan majelis PN Kendal yang hanya menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara.

"Pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa secara tepat dengan mengingat kadar kesalahan terdakwa adalah selama 15 tahun penjara," ucap Ari.

Namun suara Ari kalah dengan dua hakim lainnya sehingga Fepri dihukum 11 tahun penjara.

(asp/gbr)