BNPB Harap Evakuasi Erupsi Merapi Tak Picu Klaster Baru COVID-19

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Minggu, 08 Nov 2020 18:12 WIB
Warga dua dusun Desa Keningar, Dukun, Kabupaten Magelang, mulai dievakuasi. Proses evakuasi dilakukan usai status Gunung Merapi naik menjadi siaga.
Foto: Eko Susanto/Detikcom
Jakarta -

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta pemerintah daerah setempat mengantisipasi penyebaran virus Corona (COVID-19) di tengah evakuasi warga akibat erupsi Gunung Merapi. Doni tak ingin tempat evakuasi menjadi tempat penyebaran COVID-19.

"Bila tempat pengungsian belum layak agar koordinasikan dengan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB dan BPBD sehingga bisa tetap terjaga protokol Kesehatan," kata Doni dalam keterangan tertulis, Minggu (7/11/2020).

Ia menambahkan apabila tempat pengungsian berisiko, salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni memisahkan kelompok rentan, seperti lanjut usia, warga dengan komorbid, anak-anak, balita dengan orang dewasa dengan pengungsi lainnya.

Di sisi lain, Doni memastikan jika BNPB terus memantau dan berkoordinasi dengan BPBD yang wilayahnya berpotensi terdampak erupsi Gunung Merapi. Saat ini, baru Kabupaten Sleman, Yogyakarta yang telah menetapkan status tanggap darurat yang berlaku sampai dengan 30 November 2020.

Sedangkan, tiga wilayah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah sedang mempersiapkan surat keputusan penetapan status, seperti Kabupaten Boyolali, Magelang dan Klaten. Meskipun secara administrasi status keadaan darurat sedang dalam proses, pemerintah daerah telah melakukan kewaspadaan dalam mengantisipasi erupsi.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sebelumnya menginformasikan status aktivitas Gunung Merapi menjadi level III atau Siaga. Kenaikan status tersebut tertanggal mulai Kamis (5/11), pukul 12.00 WIB.

Kenaikan status mendorong BPTTKG mengeluarkan beberapa rekomendasi. BPPTKG juga melakukan pemetaan sektoral terkait prakiraan daerah bahaya meliputi 12 desa yang tersebar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Provinsi Jawa Tengah.

Wilayah administrasi desa yang masuk di dalam prakiraan daerah bahaya di DIY yaitu Glagaharjo, Kepuharjo, dan Umbulharjo yang berada di Kecamatan Cangkringan, Sleman.

Sedangkan di Jawa Tengah, tiga kabupaten teridentifikasi memiliki wilayah-wilayah desa yang masuk dalam prakiraan daerah bahaya yakni Magelang, Boyolali, dan Klaten.

Berikut ini wilayah di tingkat desa dan kecamatan yang masuk dalam tiga kabupaten tersebut, Ngargomulyo, Krinjing dan Paten di Dukun, Magelang, Tlogolele, Klakah dan Jrakah di Selo, Boyolali dan Tegal Mulyo, Sidorejo dan Balerante di Kemalang, Klaten.

Sebagai informasi, BNPB melalui #satgascovid19 juga mengimbau masyarakat untuk disiplin menjaga protokol kesehatan melalui kampanye #IngatPesanIbu untuk menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan rajin #cucitanganpakaisabun.

(ega/ega)