155 Santri Positif Corona, Begini Suasana Ponpes Syekh Hasan Yamani Sulbar

Abdy Febriady - detikNews
Minggu, 08 Nov 2020 17:44 WIB
Polewali Mandar -

Sebanyak 155 santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Hasan Yamani, di Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat dinyatakan positif virus Corona (COVID-19). Aktivitas ponpes kini ditiadakan sementara.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (8/11/2020), suasana di Ponpes Syekh Hasan Yamani kini tampak lengang. Tidak terlihat aktivitas seperti hari biasanya, selain itu penjagaan di pintu masuk kawasan ponpes yang semakin diperketat.

Untuk sementara, aktivitas belajar mengajar di ponpes ini diliburkan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Pimpinan Ponpes Syekh Hasan Yamani, Ustaz Fahri Tajuddin menjelaskan awal penularan itu diketahui adanya sejumlah santri yang mengalami masalah indera penciuman dan flu ringan. Dari situ, pihaknya langsung melakukan rapid dan swab tes untuk seluruh santri.

"Ya, keluhan flu biasa, kami tidak tau apa jenisnya, yang jelas setiap santri yang sakit kami isolasi mandiri di ruang UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Kemudian pada hari kedua, dinas kesehatan melalui puskesmas Campalagian datang melakukan pemeriksaan, waktu itu tidak ada kejelasan apa penyakitnya, kemudian diputuskan santri kami dirapid atau swab," kata Fahri, kepada wartawan, Minggu (18/11/2020).

"Pada hari Senin dan Selasa diadakan swab secara keseluruhan, dan hasilnya keluar pada dua hari yang lalu (Jumat) dan kemarin (Sabtu). Totalnya itu 155 itu, sesuai yang diberitakan," lanjutnya.

Fahri berharap seluruh santri yang terpapar bisa dilakukan isolasi mandiri di Ponpes. Hal itu guna memudahkan pengawasan.

"Ini permintaan ponpes, kalau bisa diisolasi mandiri di pondok dengan alasan faktor psikologis anak agar lebih mudah ditangani. Apalagi tidak ada gejala," ujarnya.

Kendati demikian, pihak ponpes juga berharap pemerintah setempat untuk memberikan bantuan untuk santrinya. "Mudah-mudahan ada perhatian lebih dari pemerintah, mungkin ada bantuan kesehatan untuk anak-anak, seperti vitamin, agar lebih cepat sembuh," ujar Fahri.


Diketahui, belum semua tes swab dari para santri ini keluar keluar hasilnya. Sekitar 80 sampel masih dalam proses.

"Masih ada sekitar 80 sampel swab yang belum keluar hasilnya, ini kita masih menunggu, semoga tidak ada penambahan kasus," ujar Kepala UPTD Puskesmas Campalagian Ramlah.

(eva/eva)