Ribuan Warga Bandung Serbu Pedagang Bakso
Senin, 23 Jan 2006 23:02 WIB
Bandung - Ribuan warga Bandung menyerbu pedagang bakso yang berkumpul di lapangan Gasibu. Ini tentu saja bukan aksi penjarahan atau balas dendam. Melainkan aksi makan gratis sekitar 5 ribu mangkuk yang disediakan oleh pedagang bakso yang tergabung ke dalam Paguyuban Pedagang Baso Jawa Barat. Mangkuk yang berisi bakso dan mie itu pun langsung ludes hanya dalam waktu setengah jam. Luar biasa! "Di Jawa Barat tidak mungkin ada pedagang baso yang menjual bakso pakai formalin, boraks dan pewarna. Apalagi pakai daging tikus. Itu hanya di Jakarta saja," ungkap Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan saat memberikan sambutan makan bakso gratis di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Senin (23/1/2006) di Bandung. Ia menyayangkan akibat beredarnya isu bakso yang menggunakan daging tikus mengakibatkan turunnya omzet para pedagang bakso. Padahal yang menggunakan baso menggunakan daging tikus hanyalah oknum pedagang bakso saja. Dia meminta agar pedagang bakso yang tergabung ke dalam Paguyuban Pedagang Baso Jawa Barat ikut mengawasi kualitas dan kondisi bakso para pedagang bakso lainnya. Jika ditemukan pedagang bakso yang menggunakan bakso tikus, ia meminta agar segera melaporkan ke pihak kepolisian. Tak hanya warga biasa saja yang ikut menikmati santapan bakso gratis itu. Tapi tampak berebutan pelajar dan pegawai negeri sipil yang ikut berkerumun di sekitar 127 pedagang bakso. Seusai memberikan sambutan, Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan dan didampingi oleh pemimpin daerah lainnya pun langsung mencicipi bakso gratis tersebut. Saat ini di Jawa Barat terdapat sekitar 50 ribu pedagang bakso yang tersebar di 25 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Dengan omzet tiap harinya sebesar Rp 7,5 miliar per hari. Dan menghabiskan sekitar 100 ton daging sapi, 200 ton mie, dan 10 ton sayuran per harinya.
(atq/)











































