Jaksa Susun Dakwaan Kasus Pembobol BNI Rp 1,7 T Maria Pauline Lumowa

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 15:57 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD (kiri) didampingi 
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait ekstradisi buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif sebesar Rp1,7 triliun diekstradisi dari Serbia setelah menjadi buronan sejak 2003. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz.
  *** Local Caption ***
Maria Pauline Lumowa (tengah) (Aditya Pradana Putra/Antara Foto)
Jakarta -

Kasus pembobolan Bank BNI Rp 1,7 triliun dengan tersangka Maria Pauline Lumowa, akan segera disidangkan. Saat ini jaksa tengah bergerak untuk menyusun surat dakwaan untuk perkara itu.

"Iya, menyusun surat dakwaan dan administrasi pelimpahan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan Sri Odit Megonondo saat dihubungi, Jumat (6/11/2020).

Odit menerangkan penyusunan dakwaan ini berkisar 20 hari terhitung sejak berkas tersebut diterima. Karena itulah, jaksa penuntut umum melakukan penahanan terhadap Maria.

"Penuntut umum melakukan penahan selama 20 hari ke depan," ungkapnya.

Odit mengatakan kasus Maria Lumowa akan disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat. Maria saat ini masih ditahan di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri.

"Sidang di Tipikor. Ditahan di Rutan Salemba cabang Bareskrim," tuturnya.

Tonton video 'Usut Kasus Pembobol BNI Maria Lumowa, Polisi Periksa 14 Saksi':

[Gambas:Video 20detik]



Pasal apa yang menjerat Maria? Simak selengkapnya. >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2