Fredrich Minta Hakim Sita Aset Setya Novanto Jika Tak Bayar Gugatan Rp 2 T

Zunita Amalia Putri - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 14:58 WIB
Fredrich Yunadi
Fredrich Yunadi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan pengacara Setya Novanto dalam kasus korupsi proyek e-KTP, Fredrich Yunadi, menggugat Novanto dan istri Novanto, Deisti Astriani, senilai Rp 2 triliun terkait fee jasa kuasa hukum. Fredrich juga meminta hakim menyita aset Novanto dan Deisti jika tidak membayar kerugian Rp 2 triliun sebagai jaminan.

Hal itu dilihat di Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (SIPP PN Jaksel), Jumat (6/11/2020). Perkara ini mengantongi nomor perkara 264/Pdt.G/2020/PN JKT.SEL tertanggal 20 Maret 2020.

Fredrich meminta Novanto dan Deisti membayar Rp 2 triliun atas jasanya. Jika tidak, Fredrich meminta rumah dan tanah Novanto dan Deisti disita untuk dilelang agar uangnya bisa digunakan membayar fee Fredrich.

"Dan bilamana perlu dengan cara lelang terhadap harta kekayaan tergugat I dan tergugat II baik yang diletakkan sita jaminan maupun harta kekayaan lainnya sesuai ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku," bunyi petitum Fredrich.

Aset yang diminta Fredrich untuk disita adalah:

-Sebidang tanah dan bangunan dengan luas 290 m2, yang terletak di Perum Tanah Kebon Jeruk Kav. Blok A 1, berdasarkan Sertipikat Hak Guna Bangunan No. 381 Tahun 1987, Surat Ukur Nomor : 105/5442/1986, atas nama Pemegang Hak Raden Setya Novanto/ Tergugat I;

-Sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Wijaya XIII, No. 19, RT 003/RW 003, Kelurahan Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160, dengan batas depan Jalan Wijaya XIII, samping kiri, Jl Panglima Polim II, belakang Jalan Wijaya XIV, atas nama Pemegang Hak Raden Setya Novanto/ Tergugat I;

Ketika dimintai konfirmasi, pengacara Fredrich, Rudy Marjono, membenarkan hal itu. Rudy mengatakan upaya penyitaan aset dan pelelangan adalah opsi jika Novanto dan Deisti tidak membayar utang jika hakim mengabulkan permohonan Fredrich.

"Betul, jadi upaya sita jaminan itu upaya yang kita adukan terkait bilamana Pak Setya Novanto bilamana gugatan dikabulkan, diwajibkan bayar dengan tunai atau berapa pun yang akan dikabulkan majelis hakim. Bilamana beliau tidak bisa bayar secara tunai, ya dengan melakukan sita," ujar Rudy.

Selain itu, di petitum permohonan, Fredrich juga meminta Novanto dan Deisti membayar uang paksa Rp 100 juta per hari. Namun, Rudy menegaskan itu sifatnya hanya sebagai peringatan untuk Novanto dan Deisti jika tidak membayar kekurangan fee pengacara itu.

"Terkait dwangsom, itu normatif ya, artinya kita berikan semacam warning apabila memang nanti dikabulkan, sebagai bentuk kepatuhan saja," jelasnya.

Fredrich Yunadi meminta Setya Novanto memberi ganti rugi karena Fredrich tak bisa mencari nafkah karena dipenjara buntut menangani kasusnya. Simak di halaman selanjutnya >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2