Badru Diamankan Terkait Ibu Hamil Ditandu, NasDem: Tidak Masuk Akal

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 08:15 WIB
Ahmad Sahroni
Ahmad Sahroni (Foto: Wilda Hayatun Nufus/detikcom)

Dia menambahkan apa yang disampaikan Badru justru merupakan kritik membangun. Kepala Desa selaku pemerintahan setempat seharusnya mendengar kritikan tersebut.

"Kritikan untuk membangun kan baik, jangan merasa kepala desa akhirnya kepala desa melaporkan warga ke polisi dan polisi dengan mudahnya memenjarakan padahal itu adalah hal kritikan untuk membangun untuk kebaikan bersama," imbuhnya.

Sebelumnya, Badrudin atau Badru, pria asal Lebak, Banten, harus menginap selama dua hari di markas polisi. Gara-garanya, ia mem-posting foto seorang ibu hamil ditandu warga yang berjalan beberapa kilometer karena jalan rusak. Ia dibawa kepala desa ke kantor polisi lantaran dinilai mencemarkan nama baik.

Badru kemudian posting video dan foto proses evakuasi ibu hamil itu di Facebook (FB) miliknya pada akun Badry Aliansyah. Ia menuliskan bahwa selama 75 tahun merdeka tapi belum merasakan akses infrastruktur yang layak. Akibat jalan yang buruk, seorang ibu bahkan harus ditandu pakai bambu dan dibungkus sarung.

Unggahan itu ternyata membuat berang pihak pemerintah desa. Pada Senin (2/11), ia kemudian dibawa ke balai desa dengan kawalan RT dan langsung dibawa ke Polsek Panggarangan. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kepala desa tidak terima atas video yang viral tersebut, bahkan dinilai mencemarkan nama baik.

Setelah dua hari mendekam di kantor polisi, Badru kemudian dibebaskan pada Rabu (4/11), pukul 16.30 WIB. Ia dijemput oleh pihak keluarga. Polisi menolak adanya istilah pembebasan atas pemuda tersebut karena tidak melakukan penahanan, meski Badru dua hari ada di kantor polisi.

Halaman

(maa/lir)