Bawa Senjata Tajam Saat Demo Omnibus Law, Mahasiswa di Kaltim Diamankan

Suriyatman - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 22:06 WIB
Demo omnibus law di Kaltim ricuh
Demo omnibus law di Kaltim ricuh. (Suriyatman/detikcom )
Samarinta -

Aksi unjuk rasa tolak omnibus law UU Cipta Kerja dari Aliansi Mahasiswa Kalimantan Timur Menggugat (Mahakam) berlangsung ricuh. Petugas kepolisian terpaksa membubarkan aksi karena mahasiswa melakukan perusakan dan melakukan pelemparan batu serta bom molotov ke arah petugas.

Seorang mahasiswa terpaksa diamankan petugas kepolisian karena kedapatan membawa senjata tajam jenis badik. Polisi menangkap yang bersangkutan saat petugas membubarkan aksi mahasiswa.

"Mulai pukul 18.00 wita mereka sudah melakukan aksi anarkis melempar batu merusak pagar, kemudian melempar bom molotov juga ke arah aparat kemudian kami melakukan pukul mundur, setelah itu kami juga mengamankan 6 orang salah satu diantaranya dia membawa badik, sekarang keenam orang tersebut masih kita mintai keterangan ," kata Kasubag humas Polresta Samarinda, AKP Annisa Prastiwi kepada wartawan, Kamis (5/11/2020).

Sejumlah mahasiswa berusaha membantu rekan mereka agar tidak dibawa petugas kepolisian, namun upaya mereka gagal karena polisi menunjukkan barang bukti badik dan membawa mahasiswa tersebut ke dalam halaman kantor DPRD Kaltim.

Mahasiswa yang kecewa akhirnya menyerang petugas kepolisian dengan cara melempari petugas kepolisian menggunakan batu. Kawat berduri milik petugas kepolisian ditarik mahasiswa untuk memblokade petugas kepolisian agar tidak maju.

Melihat aksi mahasiswa semakin brutal petugas anti-huru-hara Polresta Samarinda dan Brimob Polda Kaltim langsung maju dan menyemprotkan meriam air ke arah mahasiswa. Petugas juga menembakkan gas air mata untuk mengurai mahasiswa agar membubarkan diri.

Simak pada halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2