Gantikan Sementara Amnasmen, Gebril Daulay Terpilih Jadi Plt Ketua KPU Sumbar

Jeka Kampai - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 15:46 WIB
Ilustrasi gedung KPU
Ilustrasi KPU (Andhika Prasetia/detikcom)
Padang -

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan dan memberi peringatan keras kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat, Amnasmen, melalui putusannya dalam perkara 86-PKE-DKPP/IX/2020. Pascapemberhentian itu, Gebril Daulay ditunjuk menjadi pelaksana tugas (plt).

"Hasilnya, KPU Sumbar memutuskan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Ketua untuk sementara. Pak Gebriel kami tunjuk bersama sama-sama sebagai pelaksana tugas sampai ada ketua defenitif. Mudah-mudahan hari Senin bisa dipilih," jelas Amnasmen seusai rapat pleno tertutup di kantor KPU Sumbar kepada wartawan, Kamis (5/11/2020).

Dalam pantauan, hanya tiga komisioner yang ada di kantor KPU Sumbar dan ikut pleno, yakni Gebriel Daulay, Yanuk Sri Mulyani, dan Amnasmen. Sedangkan dua komisioner lagi, Izwaryani dan Nova Indra, tak hadir.

Pemilihan ketua defenitif KPU Sumbar belum dapat dilakukan karena tidak semua komisioner hadir dalam rapat pleno. Penundaan itu juga menyebabkan formasi komisioner belum bisa diputuskan.

"Itu akan ditentukan setelah memilih ketua defenitif. Baru kemudian membuat formasi baru terhadap divisi siapa, karena ada dua divisi yang diberhentikan oleh DKPP, teknis dan saya di logistik," jelas Amnasmen.

Amnasmen dilaporkan bersama empat anggota KPU Sumbar lainnya. Mereka ialah anggota KPU Sumbar yang juga Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan, Izwaryani dan tiga anggota KPU Sumbar, yakni Yanuk Sri Mulyani, Gebril Daulai, serta Nova Indra.

Kasus ini dilaporkan bakal pasangan calon (bacalon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar perseorangan , Fakhrizal-Genius Umar. Fakhrizal-Umar merasa dirugikan atas keputusan KPU Sumbar soal formulir bukti dukungan Model BA-5.1-KWK Perseorangan.

Keputusan ini diketok dalam rapat pleno enam anggota DKPP, yakni Muhammad selaku Ketua merangkap anggota; Teguh Prasetyo, Didik Supriyanto, Ida Budhiati, Pramono Ubaid Tantowi, dan Moch Affifuddin. Rapat digelar pada Rabu (21/10) dan dibacakan dalam sidang kode etik pada Rabu (4/11) kemarin.

"Menjatuhkan sanksi peringatan keras dan pemberhentian dari jabatan ketua kepada Teradu II Amnasmen selaku Ketua merangkap anggota KPU Provinsi Sumatera Barat terhitung sejak Putusan ini dibacakan," demikian keputusan DKPP dalam putusan salinan yang diunggah di situsnya seperti dilihat hari ini.