Satgas Ingatkan Zona Oranye Berisiko Peningkatan Penularan COVID-19

Abu Ubaidillah - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 14:39 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Foto: Satgas Penanganan COVID-19
Jakarta -

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengabarkan pekan ini terjadi peningkatan jumlah zona oranye (risiko sedang) dari 360 menjadi 371 kabupaten/kota.

Ia menjelaskan terlihat masih banyak zona oranye yang terlena dan lengah serta merasa nyaman untuk berada di zona oranye. Padahal, jika daerah zona oranye semakin lengah tidak menutup kemungkinan akan berpindah ke zona merah.

"Ingat! Zona oranye juga masih berbahaya dan berisiko terjadi peningkatan penularan," tegas Wiku seperti dikutip dari situs covid19.go.id, Kamis (5/11/2020).

Sementara untuk zona merah menurun dari 20 menjadi 19 kabupaten/kota, zona kuning atau risiko rendah terdapat penurunan dari 115 menjadi 104 kabupaten/kota, dan zona hijau jumlahnya tetap masih sama seperti pekan lalu.

Wiku menyesalkan meski dalam 5 bulan terakhir penanganan COVID-19 di berbagai daerah mengalami kemajuan, namun terlihat mayoritas daerah cukup nyaman berada di zona oranye. Dalam 4 minggu terakhir, terjadi peningkatan di daerah zona oranye dari 65,73% menjadi 72,28%.

Ia mendorong pemerintah daerah agar bekerja keras untuk segera keluar dari zona oranye menjadi zona kuning. Selain itu jumlah kabupaten/kota yang berada di zona hijau dan kuning masih sedikit karena berpindah ke zona oranye.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap #IngatPesanIbu untuk selalu menerapkan 3M seperti kampanye oleh Satgas COVID-19, yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker setiap bepergian ke luar rumah.

(ega/ega)