Polres Jaktim Gagalkan Pengiriman 159 Ganja Kering dari Aceh Via Ekspedisi

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 12:56 WIB
Polres Jaktim sita 159 kilogram ganja dari jaringan narkoba
Polres Jaktim menyita 159 kilogram ganja dari jaringan narkoba. (Sachril Agustin/detikcom)
Jakarta -

Polres Metro Jakarta Timur membongkar pengiriman 159 kilogram ganja dari dua sindikat narkoba. Kedua jaringan tersebut menyelundupkan barang menggunakan jasa ekspedisi seolah-olah paket listrik dan provider.

"Dia mengirim (ganja) dengan melalui jasa pengiriman atau jasa ekspedisi dengan cara disamarkan. Dengan membungkus dengan kotak kayu yang seolah-olah barang itu merupakan kiriman atau paket dari PLN dan Telkomsel, ya. Itu hanya untuk mengelabui (petugas ekspedisi) saja," ucap Kapolres Jakarta Timur Kombes Arie Ardian saat konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus), Kamis (5/11/2020).

Pelaku dari dua sindikat yang ditangkap adalah RS (26), MR (25), MI (20), dan MF (26). Arie mengatakan kasus ini terungkap setelah polisi menerima informasi dari jasa ekspedisi di Jaktim bahwa ada pengiriman barang mencurigakan dari Aceh.

Polisi kemudian menyelidiki paket mencurigakan tersebut. Selanjutnya, polisi melakukan control delivery paket tersebut dari Aceh ke Jakarta.

"Berdasarkan informasi tersebut, kita terus mendalami dan kita melakukan control delivery, ketika terjadi pengiriman dari Aceh sampai ke Jakarta, ya. Kita terus ikuti dan akhirnya sampai kepada tangan penerima dan kita lakukan penangkapan," terang dia.

Arie mengatakan RS, MR, dan MI ditangkap di Jalan Sirtu Semenan, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (8/10). Sedangkan pelaku MF diamankan pada Rabu (4/11) di Jalan Bambu Apus Raya, Cipayung, Jaktim.

"(Ditangkapnya) ini dua TKP (dan merupakan) jaringan berbeda ya, tapi modusnya sama, dia mengirim dengan melalui jasa pengiriman atau jasa ekspedisi dengan cara disamarkan. Jelas mereka (keempat pelaku) adalah pengedar, ya (dan) bandar," lanjutnya.

Arie menjelaskan polisi masih menyelidiki kasus ini. Keempat pelaku mengaku baru 2 bulanan mengedarkan ganja.

Selanjutnya
Halaman
1 2