ADVERTISEMENT

DPRD DKI Ungkap Guru TS Ajak Pilih Ketua OSIS Seagama Minta Maaf

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 12:36 WIB
Jakarta -

Komisi E DPRD DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta, mengenai guru SMAN 58, TS, yang meminta siswanya untuk memilih ketua OSIS seagama. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani, menyebut guru tersebut sudah meminta maaf.

"Di komisi E sudah dibahas dan sudah koordinasi dengan Kadisdik. Sudah dilakukan pembinaan yang berkaitan pun sudah minta maaf," ujar Zita kepada wartawan, Kamis (5/11/2020).

Zita meminta kepada setiap guru yang mengajar di sekolah negeri untuk memahami makna Bhinneka Tunggal Ika. Sebab, sekolah negeri tidak berbasis mengajarkan agama tertentu saja.

"Saya juga beri imbauan untuk semua guru, khususnya di sekolah negeri. Jangan sampai salah kaprah, sekolah negeri itu basisnya Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila. Bukan sekolah berbasis agama tertentu," katanya.

"Yang dinilai dari siswa-siswi didik adalah kompetensi akademik plus non akademik atau prestasi. Jadi guru-guru jangan sampai salah kaprah," ucap Zita.

Sebelumnya diberitakan, laporan polisi terhadap guru TS tersebut sudah dilayangkan ke Polres Jakarta Timur.

"Iya betul ada laporannya. Masuk kemarin tanggal 2 (November)," kata Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Stefanus Tamuntuan saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (3/11).

Sementara itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyayangkan pelaporan tersebut.

"Sebetulnya, kami berharap tidak demikian (ada laporan), karena ini di lingkungan pendidikan, di lingkungan sekolah, tidak harus sampai sejauh itu," kata Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PKT), Didih Hartaya, saat dihubungi, Rabu (4/11).

Menurut Didih, hal yang dilakukan oleh TS bukan merupakan pidana. Namun dia tetap menghormati laporan polisi terhadap guru SMAN 58 itu.

"Kalau ada pelaporan ke polisi, hal ini kan bukan ranah pidana, terlalu berlebihan kalau untuk sampai ke polisi, tapi kami menghormati juga kalau ada masyarakat sampaikan seperti itu, itu hak mereka," ucap Didih.

(man/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT