Marak Demo di Jakarta, Pakar Minta Testing Corona Ditingkatkan

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 08:25 WIB
Massa mahasiswa tiba di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Mereka di Patung Kuda menggelar aksi menolak omnibus law UU Cipta Kerja.
Ilustrasi demo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Rangkaian aksi demo terjadi di DKI Jakarta akhir-akhir ini. Dikhawatirkan unjuk rasa menjadi wadah bagi penyebaran Corona.

Pakar epidemiologi Pandu Riono menyebut kegiatan demo bisa menyebabkan virus Corona tersebar dengan cepat. Pasalnya, massa berkerumun dan teriakan-teriakan saat demonstrasi menyebabkan droplet berhamburan.

"Unjuk rasa kan berteriak, bukan hanya berkerumun. Berteriak itu kan kadang-kadang, supaya teriakannya terdengar besar gitu kan, kadang-kadang kan maskernya juga diturunin, (lalu) dipakai lagi ke atas, nah itulah. Jadi tidak mungkin konsisten pakai masker, karena demo kan orang kan pengin ada (teriak) yel-yel," ujar Pandu Riono ketika dihubungi, Rabu (4/11/2020).

Ia meminta pemerintah memperbanyak testing Corona terhadap warga yang mengikuti demonstrasi. Hal itu guna menangkal penyebaran Corona.

"Kita kan harus membantu orang yang kalau ada yang terinfeksi, ya testing-nya ditingkatkan. Kan biar jangan sampai menularkan kepada orang lain, kepada keluarganya. Jadi harus dites, jadi jangan turun (jumlah) testing-nya. Kepada orang-orang yang berdemo kemarin, yang liburan panjang, kalau begitu ada gejala apa pun atau demam atau ada gangguan penciuman, itu segera tes saja," kata Pandu.

Dalam kesempatan yang sama, Pandu menyayangkan menurunnya jumlah testing Corona di Indonesia.

"Saya nggak tahu ya kenapa kok testing-nya turun. Seharusnya testing-nya terus ditingkatkan walau liburan, walau demo. Saya khawatir kasusnya kelihatannya kan trennya (kasus Corona) menurun, ini gara-gara testing, mungkin gitu," lanjutnya.

Diketahui, beberapa minggu terakhir terjadi aksi unjuk rasa di DKI Jakarta. Mulai aksi mahasiswa dan buruh terkait penolakan pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja hingga demonstrasi ormas terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Dalam unjuk rasa itu, beberapa orang ada yang terlihat tidak memakai masker. Selain itu, jaga jarak tak diterapkan secara maksimal.

(isa/zak)