Guru Dipolisikan Usai Ajak Murid Pilih Ketua Osis Seagama Dinilai Tak Umum

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 07:08 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Seorang guru SMAN 58 Jakarta berinisial TS dilaporkan ke polisi karena mengajak murid-murid memilih ketua OSIS seagama. Pengamat Pendidikan dari Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Ari S Widodo Poespodihardjo, menilai tindakan melaporkan guru ke polisi tak umum dilakukan.

"Kalau sampai dilaporkan itu, kalau dibilang umum atau tidak, ya jawabannya tidak. Karena dalam budaya kita akan guru di sekolah, apalagi di sekolah umum ini kan masih dianggap semacam wakil dari, atau pengganti atau wali dari orang tua di dalam posisi yang cukup dihormati," kata Ari ketika dihubungi detikcom, Rabu (4/11/2020).

Ari menilai aksi melaporkan guru ke polisi itu terbilang unik. Ia heran perwakilan murid-murid sekolah yang berani melaporkan guru TS.

"Memang itu itu cukup unik ya situasinya bahwa sekarang yang sampai level SMA pun mereka berani untuk kemudian melaporkan gurunya sendiri ya. Di manapun ini kan guru yang mereka ketemu di sekolah sehari-hari," tegas Ari.

Namun, bagi Ari tindakan guru TS mengajak murid-muridnya untuk memilih ketua OSIS seagama dirasa tidak tepat. Sebab, guru idealnya mengayomi semua golongan.

"Kalau bicara etika memang ini lebih rumit situasinya. Kenapa begitu? karena kalau kita bicara etika bahwa seorang guru ini kan etikanya mengayomi semuanya, jadi kalau si guru punya pilihan pribadi terhadap hal ini mungkin itu tidak dimasukkan ke dalam ajakan ataupun bentuk yang lain," imbuh Ari.

Sebelumnya diberitakan, laporan polisi terhadap guru TS tersebut sudah dilayangkan ke Polres Jakarta Timur. Dilaporkan oleh siapa? Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2