Astaga! Dibakar Cemburu, Ruslan Habisi 3 Istrinya
Senin, 23 Jan 2006 10:58 WIB
Pekanbaru - Cemburu memang tanda cinta. Tapi kelewat cemburu, justru memicu petaka. Contoh kongkretnya adalah Ruslan. Gara-gara dibakar cemburu, dia tega menghabisi istrinya. Tak tanggung-tanggung, ada tiga istri yang tewas di tangannya! Hingga Senin (23/1/2006) pembunuh berdarah dingin itu meringkuk di sel Polsek Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Peristiwa pembunuhan ini sudah terjadi pada tahun 1997 silam. Tapi baru terbongkar pertengahan Januari 2006. Kisah sadis ini bermula ketika Ruslan menikahi Endang. Baru satu bulan menempuh hidup baru di Kabupaten Bengkalis, rasa cemburu sudah merasuki jiwa pria 35 tahun itu. Gara-garanya sepele. Waktu itu, Endang menyempatkan diri melihat hiburan organ tunggal. Malam itu, tanpa sengaja, Endang bertemu dengan mantan kekasihnya. Sebagai orang yang pernah saling mencintai, mereka pun ngobrol dengan santai. Tapi semua itu masih dalam batas yang normal. Rupanya, obrolan mereka dilihat Ruslan. Selaku suami, Ruslan merasa tidak senang melihat istrinya bertemu dengan mantan kekasihnya. Malam itu juga, meski hiburan organ tunggal belum selesai, Ruslan mengajak Endang pulang dengan sepeda motor. Dalam perjalanan menuju ke rumah mereka, pasangan suami istri ini terus bertengkar. Ruslan tidak henti-hentinya mengomeli istrinya yang ngobrol bersama mantannya itu. Tak tahan terus dimarahi suaminya, Endang pun menangis dan meminta diturunkan di tengah jalan untuk berjalan kaki menuju rumah mereka. Dengan rasa kesal serta cemburu yang membabi buta, Ruslan menurunkan istrinya di tengah jalan. Tapi rupanya urusan tidak sampai di situ. Setelah istrinya turun dari RX King, Ruslan melihat ada batang kayu di pinggir jalan. Kayu itu dia ambil dan dipukulkan ke kepala istrinya. Endang tewas seketika. Di semak-semak itu juga Endang ditanam Ruslan. Selang tiga bulan, Ruslan kembali menikahi seorang gadis bernama Siti asal Kabupaten Siak, tidak jauh dari Bengkalis. Tak bertahan lama, Siti kembali menjadi korban kedua Ruslan. Dia dibunuh juga karena cemburu membabi buta. Lagi-lagi Ruslan kembali menikah dengan gadis asal kabupaten yang sama. Istri ketiganya bernama Winda. Usia perkawinan mereka juga tidak bertahan lama. Winda juga tewas dibunuh Ruslan dengan motif yang sama, cemburu. Bertahun-tahun kejahatan Ruslan ini tidak terbongkar. Walau saban hari mertua-mertua Ruslan mempertanyakan anak mereka, tapi ada saja jawaban yang diberikan Ruslan yang membuat para mertua itu percaya pada menantunya. Bak kata pepatah sepandai-pandainya tupai meloncat, suatu saat akan jatuh juga, kasus yang sudah terpendam 9 tahun itu akhirnya terbongkar dari mulut Ruslan sendiri. Pertengahan Januari 2006, tanpa sengaja Ruslan bercerita pada tetangganya atas tingkah laku para istrinya. Dia bercerita pada tetangga bahwa istri-istrinya paling gampang akrab dengan lelaki lain. Itu sebabnya dia marah dan menghabisi nyawa mereka. Dari cerita tanpa sengaja inilah akhirnya warga memberitahu mertua Ruslan. Dari sana Ruslan diringkus polisi. Dan pada Sabtu (21/1/2006) lalu, kuburan Endang di Bengkalis dibongkar tim Labfor Polda Riau. Dari sana diketahui bagian kepala sebelah kiri Endang pecah akibat benturan benda tumpul. Motif kejadian pembunuhan berantai ini terhadap tiga wanita ini terus diselidiki Polres Siak dan Bengkalis. Dugaan kuat, Ruslan mengalami kelainan jiawa. Dia cenderung bertindak di luar kesadarannya.
(nrl/)











































